Sampah di TPA Kota Padang Akan Dijadikan Pupuk

"pihaknya telah meminimalisir pembuangan sampah yang mencapai angka 4 hingga 5 ton sehari ke TPA tersebut."
Tumpukan sampah di TPA Kota Padang (KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kota Padang, merencanakan untuk dapat memanfaatkan produksi sampah yang dihasilkan oleh warga atau rumah tangga, untuk dijadikan pupuk dan ditampung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Aia Dingin, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

"Saya sudah perintahkan Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan pengecekan tentang kandungan sampah yang telah menumpuk di TPA itu, kalau aman, kami akan sebar di sawah-sawah," kata Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansyarullah, Minggu 13 Agustus 2017.

Menurutnya, untuk menjalankan hal tersebut ia akan menggunakan anggaran dinas terkait agar bisa lebih maksimal dan berpengaruh kepada masyarakat.

Ia mengatakan pihaknya telah meminimalisir pembuangan sampah yang mencapai angka 4 hingga 5 ton sehari ke TPA tersebut.

"Kami sudah meminimalisir pembuangan sampah ke sana dengan cara membuat tempat pengolahan pupuk kompos di Pasar Raya Padang," jelasnya.

Selain itu, ia mengtakan ada beberapa kecamatan yang melakukan pengolahan sampah menjadi pupuk kompos. "Beberapa lokasi kan juga ada pengolahan limbah sampah yang kami lakukan," lanjutnya.

Menurutnya beberapa program lainnya juga dilakukan, seperti program 10 menit bersih di setiap sekolah dan perkantoran setiap sekali sepekan.

"Kantor dan pegawai Kota Padang, sekolah, menjadi percontohan, Di Masjid juga diumumkan untuk tidak membuang sampah sembarangan," lanjutnya.

Sementara itu, untuk perda sampah sendiri, ia akan kembali melakukan follow up ke pengadilan dan pendekatan secara persuasif serta sosialisasi perda tersebut hingga saat ini masih jalan.

"Kalau untuk perda kami masih jalan, untuk sanksi yang telah diberikan kepada masyarakat yang membuang sampah sembarangan akan kami follow up lagi ke pengadilan," sambungnya.

Untuk mendorong sosialisasi perda tersebut, pihaknya juga memanfaatkan relawan agar bisa lebih maksimal. [Halbert Caniago]