Rekonstruksi Kasus Perampokan di Bukittinggi, Ini Harapan Keluarga

"pihak keluarga tak bisa menerima kematian Fadli yang tewas dibunuh oleh perampok tersebut"
Rekonstruksi kasus perampokan di Bukittinggi. (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Pihak Kepolisian Resort (Polres) Kota Bukittinggi melakukan rekontruksi kasus pencurian di Pintu Kabun yang berujung tewasnya seorang pemuda bernama Fadli.

Dalam rekonstruksi yang digelar di Mapolres diperagakan sebanyak 33 adegan yang disaksikan langsung oleh pihak keluarga Fadli, Senin 14 Agustus 2017. "Kami ingin mereka dihukum seberat-beratnya," sebut salah seorang anggota keluarga Fadli, M. Yunus.

Kata Yunus, pihak keluarga tak bisa menerima kematian Fadli yang tewas dibunuh oleh perampok tersebut. "Permasalahan ini menyangkut hilangnya nyawa anak kami, jadi harus seberat-beratnya," sebut Yunus.

Sementara, Kanit I Pidana Umum dari Polres Bukittinggi, Khairul Basri mengatakan, selepas rekonstruksi ini pihaknya akan segera melengkapi berkas untuk dikirim secepatnya ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). "Ini bagian dari proses hukum para pelaku," paparnya.

Sebelumnya pada Kamis 20 April 2017, Fadli tewas setelah nekad menghadang perampok yang merenggut kalung emas milik ibunya di Pintu Kabun. Pada Minggu 9 Juli 2017, para tersangka perampokan yang berjumlah tiga orang akhirnya berhasil ditangkap.

Ketiga tersangka adalah Roza (32), Rian (37) dan Arif (20). Roza diketahui sebagai perencana. Sedangkan Rian adalah eksekutor sekaligus yang melakukan pembunuhan terhadap Fadli dan satunya lagi yakni Arif yang berperan sebagai driver.

[Hatta Rizal]