Diduga Akibat Lampu Teplok, Satu Unit Rumah di Baringin Hangus Terbakar

"Ya, kerugian sekitar Rp100 juta, karena semua barang-barang yang ada di rumah tersebut habis. Tidak ada satupun yang bisa diselamatkan"
Sejumlah anak- anak melihat kondisi puing-puing rumah semi permanen yang terbakar di Baringin (istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Sebuah rumah semi permanen di Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, hangus dilalap "sijago merah". Beruntung tidak ada korban jiwa, namun kerugian akibat peristiwa yang terjadi pada Jumat (18/8) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB tersebut, ditaksir mencapai Rp.100 juta.

"Ya, kerugian sekitar Rp100 juta, karena semua barang-barang yang ada di rumah tersebut habis. Tidak ada satupun yang bisa diselamatkan," kata Ferianto Irawan (32), salah seorang warga di lokasi kejadian kepada KLIKPOSITIF, Jumat.

Feri menyebut rumah semi permanen dengan ukuran sekitar 8x6 meter persegi yang terbakar itu di tempati oleh pemilik rumah bernama Nursal (43), dan istrinya Siti Sudakiah (42) yang bekerja sebagai ibu rumah tangga, serta tiga orang anaknya yang masih berstatus sebagai pelajar.

"Saat ini, baik Nursal maupun istrinya belum bisa diajak bicara terkait peristiwa tersebut, karena masih panik. Untuk sementara ini, mereka masih menumpang di rumah keluarganya yang tidak jauh dari rumahnya yang terbakar," ujarnya.

Menurut sejumlah saksi mata, kata Feri menambahkan, peristiwa kebakaran tersebut diduga dipicu oleh lampu togok atau teplok. Namun bagaimana kronologisnya, tidak banyak warga yang tahu. Yang jelas, sebut Feri, begitu informasi kebakaran tersebut menyebar ke masyarakat, puluhan warga langsung berbondong-bondong ke lokasi kebakaran untuk memadamkan api.

"Bantuan dari Pemadam Kebakaran Kota Padang tidak ada datang ke sini, karena lokasinya juga jauh dari jalan dan tidak bisa dilewati kendaraan roda empat. Jadi, api hanya dipadamkan atas kerjasama warga sekitar," terangnya.

Lebih lanjut Feri menuturkan bahwa tadi siang, sudah datang bantuan dari Dinas Sosial Kota padang berupa tikar, kasur, dan makanan instan untuk keluarga korban. "Kini, yang sedang diusakan adalah tenda. Saat ini, sejumlah pemuda Baringin tengah mengusahakan bantuan tenda untuk keluarga ... Baca halaman selanjutnya