Sempat Terapung di Laut Nunukan, Rombongan Kemendes PTT Dievakuasi KRI Kerapu 812

"Kejadian tersebut terjadi pada Jumat (18/8) saat rombongan yang berjumlah 12 orang kembali dari Sebatik menuju Tarakan dalam perayaan HUT RI di ‘beranda negara’."
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF -- Sempat terkatung-katung selama 10 jam di lautan wilayah Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), akibat badai dan gelombang tinggi, staf Kementerian Desa dan PDTT serta tiga wartawan dari Sumbar, dievakuasi pemilik spead boat dan KRI Kerapu 812.

Kejadian tersebut terjadi pada Jumat (18/8) saat rombongan yang berjumlah 12 orang kembali dari Sebatik menuju Tarakan dalam perayaan HUT RI di ‘beranda negara’.

Salah seorang rombongan, Adrian saat dihubungi KLIKPOSITIF dari Padang, Sabtu (19/8) mengatakan, memang kemaren (18/8) rombongan sempat terapung di laut Nunukan, namun semuannya selamat setelah dibantu berbagai pihak.

"Semuanya berhasil dievakuasi dan selama pada Jumat, dan dalam keadaan selamat," kata Adrian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun semua korban selamat tersebut baru saja kembali dari mengikuti upacara peringatan detik-detik proklamasi di pulau terluar Indonesia, tepatnya di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, yang dipimpin inspektur upacara Eko Putro Sandjojo, Kamis (17/8) pagi, sebelum peristiwa terjadi.

Korban selamat yang dievakuasi tersebut terdiri dari seorang staf ahli Kemendes PDTT, 9 staf staf Kementerian Desa dan PDTT serta tiga wartawan dari Sumbar. Ketiga wartawan asal Sumbar itu, Firdaus dan Revdi Iwan Syahputra (keduanya dari Harian Umum Rakyat Sumbar) dan Adrian (www.tribunsumbar.com)

Rombongan meninggalkan Pulau Sebatik, menjelang sore. Meninggalkan darmaga, sekitar pukul 16.30 wib, tujuan ke Tarakan. Perkiraan perjalanan dari Pulau Sebatik ke Tarakan ditempuh selama tiga jam.

Hingga satu jam perjalanan, tak ada masalah. Cuaca sangat bersahabat dan gelombang biasa-biasa saja, namun setelah melewati pulau Tanahmerah, tiba-tiba hujan disertai badai membuat situasi jadi tak menentu. Speed boat bermerek Doa Ibu mulai dipermainkan gelombang. Hari makin gelap, kabut kian tebal. Jarak pandang sangat dekat.

Belakangan speed boat bergerak tak ... Baca halaman selanjutnya