Disebut Tak Serius Urus Pariwisata, Ini Kata Pemkab Solok

"Pemkab Solok telah berulangkali gelar kegiatan kepariwisataan"
Salah satu kawasan wisata Kabupaten Solok, Air Terjun Timbulun Pisang di Nagari Koto Anau (KLIKPOSITIF/Syafriadi)

SOLOK, KLIKPOSITIF -- Pemerintah Kabupaten Solok membantah tidak serius kembangkan pariwisata. Bantahan tersebut buntut dari ketidakikutsertaan daerah itu dalam penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) antara tujuh Kabupaten/Kota dengan Pemprov Sumbar untuk bersinergi membangun pariwisata di Auditorium Gubernuran pada Senin 18 September 2017 yang lalu. (Baca : Gubernur Sumbar : Hanya 7 Daerah yang Serius Kembangkan Pariwisata)

"Saya terkejut juga baca berita, kok Kabupaten Solok dianggap tidak serius dan tidak dipilih Pemprov. Padahal, sudah berulangkali kami gelar kegiatan untuk memperkenalkan potensi Solok pada Gubernur," kata Yulfadri Nurdin, Rabu 20 September 2017.

Bahkan katanya, sejak resmi menjadi Bupati dan Wakil Bupati Solok periode 2016-2021, Gusmal dan Yulfadri berkomitmen untuk menggeliatkan potensi wisata hingga pembenahan infrastruktur.

Mantan anggota DPRD Provinsi itu menerangkan, berbagai terobosan untuk sektor wisata telah dilakukan. Seperti promosi puncak Gagoan, Cinangkiak dan sebagainya. Bahkan, arah pembangunan pariwisata Kabupaten Solok dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021 kelak fokus terhadap tiga lokasi objek wisata.

Pertama, bebernya, merampungkan kelanjutan pembangunan Taman Hutan Wisata Kota (THWK) Arosuka. Kedua, pembenahan Danau Kembar Tiga, Convention Hall Villa Alahanpanjang dan Bukit Cambai. Ketiga, Kawasan Danau Singkarak, Puncak Gagoan dan Sulitair.

"Artinya, tidak boleh lari dari tiga fokus itu hingga 2021. Dimananya kami tidak serius," tegas Yulfadri.

Meluruskan itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Solok, Yandra mengatakan, MoU tujuh daerah dengan Pemprov itu ... Baca halaman selanjutnya