Disebut Tak Serius Urus Pariwisata, Ini Kata Pemkab Solok

"Pemkab Solok telah berulangkali gelar kegiatan kepariwisataan"
Salah satu kawasan wisata Kabupaten Solok, Air Terjun Timbulun Pisang di Nagari Koto Anau (KLIKPOSITIF/Syafriadi)
merupakan kegiatan burden sharing atau sharing anggaran dengan porsi pembiayaan 40 dan 60 persen bersama Pemprov, yang merupakan tindaklanjut kesepakatan tahun 2016 lalu, dimana masing-masing daerah mendapat sekitar Rp1,5 miliar dengan porsi anggaran sekitar Rp9 miliar.

"Nah, Kabupaten Solok sudah dari tahun 2014 mengajukan hal itu dengan melengkapi semua persyaratannya. Tapi, karena alasan adanya larangan bantuan keuangan ke daerah oleh pemerintah pusat, kegiatan itu urung dilaksanakan," kata Yandra.

Lantas, tahun 2016 lalu, Kabupaten Solok juga ditawarkan Provinsi. Serta dianggap serius, karena pariwisata menjadi prioritas dalam RPJMD dan sudah dua tahun berturut-turut mengusulkan.

"Tapi, lagi-lagi karena alasan non-teknis kembali ditolak dan gagal lagi dilaksanakan," bebernya.

Hanya saja, Kabupaten Solok sudah curi start untuk tahun 2018 yang diusulkan tahun ini. Dimana, Pemkab Solok telah mengirimkan persyaratan dan permohonan kegiatan burden sharing melalui proposal, yang didalamnya berisi sertifikat lahan, masterplan, RAB, dan sebagainya.

"Semoga itu bisa terealisasi atas dukungan Pemprov. Untuk lokasi, kami usulkan THKW Arosuka dengan jumlah anggaran mencapai Rp7,3 miliar," tutupnya.

[Joni Abdul Kasir]