Misi Haji Indonesia dan Muassasah Gelar Rapat Evaluasi Armina

"Beberapa bus yang akan membawa jemaah dari hotel jemaah ke Arafah terlambat datang. Demikian juga beberapa bus yang membawa jemaah dari Mina menuju hotel"
Ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF -- Misi Haji Indonesia atau Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menggelar rapat dengan Muassasah Asia Tenggara. Rapat yang digelar di Kantor Muassasah ini membahas evaluasi layanan Arafah-Muzdalifah-Mina (Armina).

Hadir dari pihak Indonesia, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, Staf Teknis Haji Ahmad Dumyathi, Kadaker Makkah Nasrullah Jasam, Kabid Akomodasi, dan Kaseksus Haram. Sementara dari pihak Muassasah, tampak hadir Ketua Muasasah Amin Indragiri, Sekretaris Muassasah Yusuf Jaha, Kepala Urusan Haji Indonesia dan Furoda Walid Rosyid, serta Wakil Bidang Kesehatan Emad Fathoni.

Kepada pihak Muassasah, mewakili Misi Haji Indonesia, Sri Ilham menyampaikan sejumlah catatan, yaitu:

Pertama, terkait transportasi. “Beberapa bus yang akan membawa jemaah dari hotel jemaah ke Arafah terlambat datang. Demikian juga beberapa bus yang membawa jemaah dari Mina menuju hotel,” terang Sri Ilham di Makkah, seperti dikutip dari laman Kementerian Agama, Kamis (21/9).

Kedua, terkait akomodasi Armina. Menurut Sri Ilham, beberapa tenda di Arafah masih ada yang terbuka sehingga fungsi pendingin tidak maksimal. “Beberapa tenda di Mina juga berdesak-desakkan sehingga jemaah tidak bisa beristirahat dengan nyaman,” tegasnya.

Ketiga, terkait katering. “Ada beberapa penyedia katering Armina yang takarannya tidak sesuai dengan kontrak,” ucap Sri Ilham.

Selain disampaikan secara lisan, catatan evaluasi ini diserahkan secara tertulis kepada pihak Muassasah disertai bukti dalam bentuk foto.

Akan hal ini, selaku Ketua Muassasah, Amin Indragiri mengaku bhawa ada beberapa layanan yang kurang maksimal sebagai konsekuensi dari penambahan kuota. adapun layanan yang terkait dengan maktab, misalnya tenda di Arafah dan Mina, Amin menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti demi perbaikan ke depan. (*)