Kisah Pengungsi Rohingya di Kamp Pengungsi Bangladesh

"Saya meninggalkan rumah saya di desa Kuinnyapara di Maungdaw"
Lembaga bantuan mengatakan anak-anak, janda, orang tua dan orang cacat adalah yang paling rentan membutuhkan bantuan dalam bentuk makanan (aljazeera.com)

KLIKPOSITIF - Lebih dari 430 ribu Rohingya telah tiba di distrik Cox's Bazar, Bangladesh dalam empat minggu terakhir. Mereka melarikan diri dari serangan militer Myanmar.

Lembaga bantuan mengatakan anak-anak, janda, orang tua dan orang cacat adalah yang paling rentan membutuhkan bantuan dalam bentuk makanan, tempat tinggal dan perawatan kesehatan.

Dilansir dari laman Al Jazeera, beberapa pengungsi mengungkapkan kisah mereka. "Saya meninggalkan rumah saya di desa Kuinnyapara di Maungdaw. Anak saya, Abdullah, dibunuh oleh tentara Myanmar. Dia berusia 28. Dia merawat saya. Saya melarikan diri untuk hidup saya bersama dengan sesama penduduk desa. Saya hampir tidak bisa berjalan, tapi entah bagaimana berhasil mencapai Dhankhali Char untuk menyeberangi sungai Naf ke Bangladesh," cerita salah seorang pengungsi, Nur Jahan (85).

"Ketika saya tidak berdaya, seorang pemuda bernama Hamid Hossain (27) menyelamatkan saya. Saya tiba di Bangladesh dengan Hamid melintasi perbatasan di Shah Pori Dwip pada tanggal 3 September," jelasnya.

Saya pertama kali berlindung di daerah perpanjangan Kutupalong dan kemudian dia beserta keluarganya bergeser ke puncak bukit di perpanjangan Balukhali. Saya tinggal di sini bersama Hamid tapi dia memiliki keluarga sendiri yang berjumlah 15 orang.

Suami saya Abu Bakar Siddique meninggal delapan tahun yang lalu. Abdullah termasuk di antara delapan anak saya. Saya tidak tahu keberadaan anak-anak saya yang lain. Tempat saya tinggal saat ini bagus tapi jauh dari jalan utama.

Saya melarikan diri dari daerah Badanat di Maungdaw. Di antara 10 anak saya, hanya satu anak laki-laki dan seorang anak perempuan yang masih hidup, sisanya terbunuh saat melakukan serangan. Saat ini saya tinggal di dekat puncak bukit bersama putri saya.

Saya ingin makanan. Saya tidak makan apapun sejak pagi. Selain itu, saya tidak bisa tidur karena sakit di tubuh saya. Bisakah kamu melakukan apapun ... Baca halaman selanjutnya