Kasus Tumpahan Minyak, Ini Kata Pengamat Lingkungan Unand

"Kondisi ini bisa mengganggu kehidupan plankton dalam laut"
Tumpahan minyak di sekitar kawasan Pelabuhan Teluk Bayur Padang pada Kamis 28 September 2017 kemarin (Dokumentasi Walhi Sumbar)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pengamat Lingkungan Universitas Andalas (Unand), Ardinis Arbain menyebut, dampak yang mungkin terjadi dari tumpahan minyak adalah mengurangi penetrasi (penembusan) sinar matahari ke dalam laut.

"Akibat berkurangnya penetrasi sinar matahari, maka akan ada gangguan kehidupan plankton dalam laut," ungkap Ardinis, Jum'at 29 September, pada KLIKPOSITIF.

Jika kehidupan plankton terganggu, maka katanya juga akan berdampak pada proses reproduksi ikan yang ada di sekitarnya. Selain itu, jika material itu juga berdekatan dengan terumbu karang, maka juga akan berdampak.

Senada dengan Ardinis, Kepala Dinas Kesehatan Padang, Feri Mulyani juga menilai, kehidupan hewan laut yang terkontaminasi dengan material minyak akan ikut terdampak.

"Apapun namanya, jika ada unsur kimia yang tertumpah ke laut, tentu akan berdampak pada kehidupan di sekitarnya," ungkapnya.

Untuk itu, sebelum adanya pemberitaan resmi jika laut tersebut sudah tidak tercemar, maka sangat perlu mewaspadainya.

"Kalau bisa jangan makan ikan pancingan dulu. Apalagi mandi-mandi. Sampai nanti ada pengumuman, seberapa besar dampak pencemarannya. Mudah-mudahan segera selesai pengurusannya, dan segera dicek labor," sebutnya.

Sebelumnya, kondisi perairan di pelabuhan Teluk Bayur tercemar pada Kamis 28 September pagi. Kondisi itu terjadi setelah 50 ton minyak mentah tumpah dan menutupi permukaan laut. 

[Cecep Jambak]