Bantuan Rohingya Jangan Sampai Putus, Berapa Dari Masyarakat Sumbar ?

"bantuan yang dikirim tidak dalam bentuk uang. Sebelumnya ACT telah mengirimkan 2 ribu ton beras melalui pelabuhan di Surabaya."
Seminar Internasional yang di Selenggarakan ACT Sumbar, PAHAM dan Komite Nasional untuk Solidaritas Rohingya ( KNSR) (KLIKPOSITIF/Joni)

PADANG,KLIPOSITIF -- Gubernur Sumbar Irwan Prayitno berharap bantuan untuk Rohingya jangan sampai putus. Hingga saat ini bantuan masyarakat Sumbar mencapai Rp750 juta. Bantuan tersebut ditargetkan mencapai Rp1 Miliar sebelum diserahkan ke ACT (Aksi Cepat Tanggap).

"Dikoordinir Wagub, kami masih menunggu hingga mencapai Rp 1Miliar," Sebutnya usai membuka seminar Internasional dalam rangka turut serta dalam menyikapi tragedi kemanusiaan di Rohihya, Sabtu 30 September 2017 di Auditorium Gubernuran.

Bantuan tersebut akan disalurkan melalui ACT (Aksi Cepat Tanggap) yang kompeten dipercaya pemerintah dalam soal penyaluran ke Myanmar. Gubernur juga mengapresiasi langkah Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM) Sumbar yang telah berkontribusi untuk konflik kemanusiaan di Myanmar.

"Mereka (ACT dan PAHAM) sudah ke sana tentu mereka lebih tahu soal penyaluran bantuan," tuturnya.

Sementara Fadhli Septaviandra menjelaskan, bantuan yang dikirim tidak dalam bentuk uang. Sebelumnya ACT telah mengirimkan 2 ribu ton beras melalui pelabuhan di Surabaya.

Kemudian ACT berencana membangun Shelter untuk pengisi Rohihya di perbatasan Myanmar-Bangladesh. "Bantuan obat-obatan juga terus kami kirim," tuturnya.

Namun pengiriman bantuan sedikit terkendala rumitnya prosedur dari pemerintah dan mahalnya ongkos pengiriman. "Untuk 2 ribu ton beras itu saja menghabiskan Rp 1 miliar," ungkapnya.

Pemetaan bantuan kepada korban konflik kemanusiaan di Rohihya disinergikan dengan informasi anggota ACT yang berada disana. Katanya, ACT di Bangladesh Anca Rahadiansah baru saja pulang dari wilayah konflik tersebut.

"Bantuan disesuaikan dengan kebutuhan korban konflik," tutupnya. (Joni Abdul Kasir)