Asosiasi Ini Bakal Bangun Seribu Tempat Tinggal Untuk Pengungsi Rohingya

"Selain tempat tinggal, asosiasi itu juga akan membangun seribu hektare lahan pertanian"
Potrer Pengungsi Rohingya (New York Times)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Asosiasi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Barat bakal membangun seribu tempat tinggal yang berfungsi sebagai shelter untuk pengungsi Rohingya di Bangladesh.

Selain tempat tinggal, asosiasi itu juga akan membangun seribu hektare lahan pertanian. Lahan pertanian tersebut kata Kepala Cabang ACT, Fadhli Septaviandra bisa diberdayakan oleh pengungsi.

"Jadi, selain untuk kebutuhan makanan dan obat-obatan kami juga rencanakan pembangunan tempat tinggal mereka," katanya.

Menurut Fadhli, sekitar 5000 orang pengungsi saat ini masih bermukim di camp pengungsian yang kondisinya tidak layak. Bahkan saat hujan, pengungsi itu harus tidur dalam kondisi kebanjiran.

Ia menjelaskan, Shelter yang dibangun tersebut berukuran 2 meter persegi yang terdiri dari ruang tamu, kamar tidur serta dapur yang hanya bisa digunakan untuk satu keluarga.

"Pembagunan di kawasan Bangladesh sudah bisa dilakukan, Sebab mereka sudah buka akses. Kami belum bisa masuk Myanmar dan menghindari bentrokan maka penanganan prioritas pada pengungsi," terang Fadhli.

Sementara untuk bantuan dari Sumbar secara keseluruhan kata Fadhli, jumlahnya berkisar Rp 2 miliar hingga hari ini. Bantuan itu berasal dari kelompok masyarakat, pemerintah kabupaten/kota dan Pemerintah Provinsi Sumbar.

Menurut dia bantuan itu akan dikumpulkan terlebih dahulu bersama bantuan yang lain, kemudian disalurkan secara bersamaan agar lebih efektif.

"Pengiriman memakan ongkos kirim cukup besar maka kami siasati pengiriman dalam jumlah besar," pungkasnya kemudian.

[Joni Abdul Kasir]