Syukuri HUT Ke-18, Pemkab Mentawai Gelar Doa Bersama Lintas Agama

Peserta doa bersama lintas agama terlihat sangat khusyuk dan hidmat dalam memanjatkan doanya
Peserta doa bersama lintas agama terlihat sangat khusyuk dan hidmat dalam memanjatkan doanya (Ist)

MENTAWAI , KLIKPOSSITIF - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai bersama ratusan masyarakat Mentawai menggelar doa bersama untuk keselamatan dan mensyukuri Hari Ulang Tahun ( HUT ) ke-18 di Tuapejat, Senin (02/10).

"Doa bersama lintas agama ini bertujuan untuk keselamatan kita semua, untuk kemakmuran Mentawai , dengan segala upaya kita untuk membangun tentu berdasar restu, ridho dan adanya bimbingan dari Tuhan, " kata Bupati Kepulauan Mentawai , Yudas Sabaggalet pada sambutan pembuka acara doa bersama lintas agama yang digelar di pelataran dermaga Tuapejat, Senin, (02/10).

baca juga: Belajar Daring Tak Efektif di Siberut, Kendala Internet, Guru dan Siswa Tak Punya Smartphone

Menurut Yudas, kerukunan beragama di daerah yang dipimpinnya tidaklah perlu diragukan lagi. Meskipun masyarakat Mentawai terdiri dengan berbagai keragaman, berbeda suku, ras, budaya, dan agama yang berbeda, namun justru dengan adanya perbedaan tersebut dapat tercipta keberhasilan untuk bersama membangun Mentawai . "Sesama kita harus saling membimbing, menjaga kekompakan. Serta dari unsur pemerintah, diminta juga ada keterpaduan antara unsur Forkompinda, Damdin, Kepolisian, Kejari tentu juga harus terus kita pelihara dan kita tularkan kebaikan ini kepada yang lain,” Ujar Yudas.

Adanya perbedaan dalam keyakinan, kata Yudas, bila disatukan dalam kekuatan yang dipersembahkan kepada Tuhan lewat cara masing masing, pasti akan membawa keberhasilan. Yudas juga memberikan apresiasi dengan adannya gagasan doa bersama lintas agama itu yang laksanakan sebagain rangkaian sekaligus mensyukuri hari jadi Kabupaten Mentawai ke-18 (4 Oktober 1999-4 Oktober 2017).

baca juga: Kapal Ditumpangi Rusak, Wagub Sumbar dan Rombongan Terkatung-katung di Sikakap Mentawai

Selain berdoa bersama sebagai perwujudan rasa syukur atas hari jadi kabupaten Mentawai , Yudas juga mengharapkan warga Mentawai untuk selalu berdoa, agar Mentawai terhindar dari ancaman bencana. "Meskipun masih ada yang memperkirakan Mentawai masih ada menyimpan energi yang berpotensi memicu terjadinya gempa, tapi marilah itu semua kita serahkan kepada Tuhan. Kita harus terus berdoa dari saat ini hingga masa mendatang, supaya tidak terjadi hal hal yang tidak kita inginkan, termasuk kita berdoa semoga di Mentawai tidak terjadi bencana seperti yang masih di dihebohkan,” ujar Yudas.

Selain melibatkan seluruh komponen masyarakat, serta PNS dari seluruh organisasi pemerintah daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Mentawai , doa bersama itu juga diikuti dan dipimpin langsung oleh para tokoh lintas agama, yaitu Pendeta Er. Sapalakkai mewakili umat Kristen, Pastor Frelly Pasaribu dari umat Katholik. Untuk dari Agama Islam diwakili oleh Ketau Majelis Ulama (MUI) Mentawai , Syamsir Harahap, juga Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Mentawai Masdan. Masing-masing tokoh agama tersebut diberi waktu untuk menyampaikan ceramah agama sekaligus memimpin doa yang dilakukan secara bergantian.

baca juga: Rumah Sakit Yang Akan Dijadikan Rujukan COVID-19 di Mentawai Rusak Parah

Dari pengamatan KLIKPOSITIF , terlihat peserta doa bersama sangat hidmat, terlihat haru, bahkan ada beberapa peserta menitikkan air mata saat mendengar doa-doa yang dipanjatkan para pemimpin agama mereka.

[Dio]

baca juga: Masuk Mentawai Harus Bebas Corona, Wagub Sumbar Tetap Ikuti Protokol Kesehatan

Penulis: Webtorial