Diduga Berbuat Asusila, Petani Karet di Pasaman Diamankan Polisi

"petani itu diamankan karena pihaknya mendapat laporan jika warga sudah berencana akan menghakiminya sepulang dari menggores karet"
ilustrasi (istimewa)

PASAMAN, KLIKPOSITIF -- Seorang petani karet diamankan di Polsek Lubuk Sikaping dari rencana amukan warga di Jorong Nan VI Nagari Aia Manggih, Kecamatan Lubuk Sikaping, Selasa 3 Oktober 2017. Petani karet berinisial S (55) tersebut diduga telah mencabuli tiga orang anak SD di Nagari Aia Manggih, Kecamatan Lubuk Sikaping.

"Kita baru mengamankan seorang warga yang diduga melakukan cabul terhadap anak dibawah umur. Saat ini dia sedang diinterogasi penyidik di Polsek," kata Kapolsek Lubuk Sikaping, Iptu Yoni Hendra ketika dikonfirmasi KLIKPOSITIF.

Menurut Kapolsek, petani itu diamankan karena pihaknya mendapat laporan jika warga sudah berencana akan menghakiminya sepulang dari menggores karet. "Untung cepat kita dapat informasi dan langsung turun ke lokasi untuk mengamankan terduga dari amukan warga," jelas Kapolsek.

Kebenaran tentang dugaan tiga orang anak yang dicabuli terduga masih dalam penyelidikan polisi. Hingga saat ini, terduga masih diinterogasi. "Kita juga masih menunggu laporan resmi dari tiga orang tua korban yang merasa anaknya dicabuli oleh terduga," katanya.

Data yang dihimpun KLIKPOSITIF, dalam rentang dua bulan ini, dugaan kasus pencabulan anak dibawah umur sudah terjadi pada enam orang anak. Pertama terjadi di Kecamatan Tigo Nagari korbannya anak SMP, kemudian di Kecamatan Bonjol korbannya dua orang pelajar dan kali ini di Lubuk Sikaping tiga orang korbannya anak SD.

[Man St Pambangun]