Dongkrak UMKM, TP-PKK Sumbar Latih Masyarakat Memiliki Keahlian

"Salah satu pelatihan yang diberikan adalah keterampilan dibidang fashion bagi kelompok rumah tangga"
Foto bersama Nevi Irwan Prayitno dengan salah satu kelompok pelatihan (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Tidak hanya Pemerintah yang berupaya mendongkrak wisata dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), namun Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sumbar juga turut serta dengan melakukan program pendidikan kecakapan wirausaha, agar masyarakat yang belum memiliki keahlian dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

"Ini merupakan program tahunan TP-PKK Sumbar untuk mendorong masyarakat memiliki keahlian, sehingga menghasilkan sesuatu yang dapat dijual untuk dipasarkan, apalagi perkembangan wisata dan UMKM di Sumbar terus mengalami peningkatan," ujar ketua TP PKK Sumbar, Nevi Irwan Prayitno.

TP PKK melalui program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) memberikan keterampilan dalam usaha peningkatan dan pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM serta pengembangan kehidupan berkoperasi. Salah satunya memberikan keterampilan dibidang fashion bagi kelompok rumah tangga.

Dikatakannya, sejak 31 Juli hingga 28 Sepetember lalu, 30 peserta telah dibagi menjadi enam kelompok wirausaha, dimana mereka dilatih untuk membuat sebuah produk dan diberi modal usaha.

Modal usaha yang diberikan kepada 6 kelompok wirausaha yang ada di lima lokasi yakni kelompok wirausaha Queen di Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, kelompok wirausaha Kalumbuk di kelurahan Kalumbuk, Kecamatan Kuranji, kelompok wirausaha Barokah di Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Koto Tangah.

Kemudian kelompok wirausaha Anggrek di Kelurahan Pisang, Kecamatan Pauh, kelompok wirausaha Dahlia di Kelurahan Batang Kabung, Kecamaan Koto Tangah dan kelompok wirausaha Mawar di Kelurahan Lubuk Lintah, Kecamaan Kuranji.

"Jadi dari program itu, mereka telah berhasil membuat baju, diantaranya baju kurung, kemeja anak, celana, dan blues wanita, bahkan salah satu hasilnya pakaian seragam lengkap dengan sulam bayangnya," ulas Nevi.

Tak hanya baju dan seragam, mereka juga diajarkan dalam ... Baca halaman selanjutnya