Dapat Bantuan Pessel Peduli, Isal Penderita Kanker Kulit Mulai Lega

"kanker kulit jinak tersebut diderita Isal sejak berusia 15 tahun. Penyakit itu membuat Isal tidak bisa beraktifitas seperti orang-orang normal lainnya"
Ketua TP-PPK Pessel Lisda Rawdha sekaligus Ketua Aliansi Pessel Peduli (APP) dan Direktur RSUD M.Zein Busril memastikan kondisi Isal, di RSUD M.Zein (Ist)

PESSEL, KLIKPOSITIF -- Isal (45), pengidap kanker kulit jinak, di Seberang Tarok, Kenagarian Lakitan Selatan, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan-Sumbar sudah bisa sedikit merasa lega. Pasalnya, untuk biaya pengobatan Isal mendapatkan bantuan dari istri Bupati Pesisir Selatan, Lisda Hendrajoni.

"Beliau dunsanak kita yang pertama, masuk daftar bantuan Pessel Peduli. Dalam proses pengobatan, yang sudah bisa kita bantukan, diantaranya seperti transportasi dan biaya pendamping selama di RS nanti," jelas Lisda kepada KLIKPOSITIF.

Berdasarkan informasi yang didapat KLIKPOSITIF, kanker kulit jinak tersebut diderita Isal sejak berusia 15 tahun. Penyakit itu membuat Isal tidak bisa beraktifitas seperti orang-orang normal lainnya.

"Karena kabar itu, maka kita bergerak untuk membantu beliau. Sebab, kondisi beliau sudah tahap sangat mengkhawatitkan," terang Lisda.

Saat ini, kanker kulit yang dialami Isal sudah merata di sekujur tubuhnya. Bahkan, diantara benjolan itu, tampak sudah menggangu bagian vital seperti, mulut, telinga dan matanya.

"Mari kita semua berdoa, supaya penyakit pak Isal segera diangkat dari tubuhnya. Dan, keluarga harus tetap tabah, jangan pernah putus asa. Semoga dalam pengobatan beliau diberi kemudahan,"ucapnya.

Adik Isal, Surianti mengatakan, semenjak benjolan ditubuh Isal menyebar, ia mengaku aktifitas Isal memang tidak bisa lagi seperti hari-hari biasanya. Bahkan, setiap perkerjaan yang ditekuninya, terpaksa dihentikan karena khawatir akan membahayakan jiwanya.

"Sejak itu, uda (abang) kami rawat, karena beliau tidak bisa lagi bekerja," katanya.

Surianti berharap, dengan kondisi yang dialami kakaknya tersebut, bisa menggugah hati para dermawan untuk membantu pengotaban. Katanya, proses pengobatan yang harus dijalani Isal, termasuk rumit, karena pengangkatan benjolan Isal tidak cukup dengan satu kali operasi.

"Kami berterimah, sebanyak-banyaknya jika ada ... Baca halaman selanjutnya