Warga Mentawai Coba Terapi Bekam Tanduk Sapi, Ini Khasiatnya

"Jadi tanduk sapi ini sudah dibentuk dan disesuaikan, agar bisa digunakan sebagai alat pengekopan atau bekam"
Nitha sedang menempelkan belasan tanduk sapi ke punggung pasiennya sebagai alat bekam di Tuapejat, Kamis, (12/10) (Ist)

MENTAWAI, KLIKPOSITIF - Lelah yang dirasakan para pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mentawai akibat rutinitas bekerja, nampaknya menjadi berkah bagi Nasrullah (27) dan adiknya Nitha (23) dalam memberikan pelayanan pengobatan tradisional Madura melalui refleksi dan metode bekam tanduk sapi.

Dua orang kakak beradik asli Sumenep Madura yang sudah bertahun tahun menggeluti ilmu pijit refleksi dan metode bekam ini sudah sekitar satu minggu berada di Mentawai. Mereka membuka praktek di salah satu penginapan di Tuapejat, juga mereka setiap hari mendatangi kantor-kantor Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Mentawai yang ada di Tuapejat.

“Kita sudah lebih satu minggu buka praktek disini, tapi saya dan abang lebih banyak mendatangi langsung kantor-kantor untuk memberi layanan terapi,” Ujar Nitha sambil menempelkan belasan tanduk sapi ke punggung pasiennya sebagai alat bekam di Tuapejat, Kamis, (12/10)

Di Madura, kata Nitha, terapi bekam sudah dikenal akrab oleh masyarakat. Terapi bekam di Madura menggunakan tanduk sebagai alat pembekam. “Di Madura, terapi metode bekam dengan tanduk sapi ini juga disebut dengan terapi canthuk. Jadi tanduk sapi ini sudah dibentuk dan disesuaikan, agar bisa digunakan sebagai alat pengekopan atau bekam,” ujarnya

Kedatangan dua tenaga terapis tradisional Madura ke Mentawai khusunya di Tuapejat, nampak diminati warga. Terutama oleh para pegawai di lingkungan Pemkab Mentawai, hal ini terbukti dengan banyaknya pasien yang menggunakan jasa mereka.

Dengan terampil, gadis berparas ayu berusia 23 tahun ini menempelkan belasan tanduk sapi ke punggung pasiennya sebagai alat bekam. Selanjutnya, setangkai kawat dengan nyala api di ujungnya dia gunakan untuk memanasi setiap tanduk sapi hingga menempel ke punggung pasien.

Sepuluh menit berselang, Nitha melepas satu per satu tanduk sapi dari punggung ... Baca halaman selanjutnya