Kekayaan Alam Dikuras, Masyarakat Mentawai Hanya Bisa Jadi Penonton

"Masyarakat dapat apa? Mentawai belum keluar dari zona kemiskinan"
Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

MENTAWAI, KLIKPOSITIF -- Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet kesal dengan masuknya sejumlah perusahaan ke daerah itu, tetapi tidak berdampak kepada kesehatan masyarakat.

Menurutnya sejak tahun 1971 perusahaan kayu masuk ke Mentawai namun tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan perekonomian masyarakat, malah hal itu kadang memancing konflik antar suku ditengah masyarakat.

"Masyarakat dapat apa? Mentawai belum keluar dari zona kemiskinan," katanya.

Kemudian, kedatangan perusahaan sebagai Hak Pengelolaan Hutan (HPH), masyarakat Mentawai hanya bisa jadi penonton didaerahnya sendiri.

"Masyarakat dilibatkan hanya dalam bentuk formalitas saja. Coba lihat dilibatkan masyarakat sebagai apa? Tukang sapu, tukang bersih-bersih," tuturnya.

Untuk itu, untuk pengembangan di masa depan, ia menawarkan konsep keseimbangan ekonomi, pembangunan, sosialisasi dan ekologi.

Menurutnya, jika tidak terpenuhi aspek itu maka akan terjadi ketimpangan dalam pengembangan Mentawai.

"Libatkan masyarakat, aspek sosial terjaga, ekonomi meningkat, tidak merusak lingkungan dan pembangunan berjalan," jelas Yudas kemudian.

Untuk diketahui Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan tiga dari salah satu Kabupaten tertinggal. Daerah itu paling sulit keluar dari zona tersebut dibandingkan dua rekannya Kabupaten Pasaman Barat dan Solok Selatan.

[Joni Abdul Kasir]