Tol Padang-Pekanbaru, Padang-Sicincin Ditargetkan Selesai Menjelang Lebaran 2019

"Padang - Sicincin bisa fungsional atau ditempuh sebelum Lebaran 2019"
Ilustrasi (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pengerjaan jalan Tol Padang - Pekanbaru dibagi dalam empat tahap. Tahap awal yakni ruas Padang-Sicincin, yang ditargetkan selesai pada tahun 2019 menjelang hari raya di tahun tersebut. Hal itu diungkapkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno saat lokasi proyek tol di Parit Malintang, Padang Pariaman (Sumbar), Sabtu (14/10).

"Padang - Sicincin bisa fungsional atau ditempuh sebelum Lebaran 2019," kata Rini.

Saat ini, ujar Rini, pembangunan baru sampai tahap pembebasan lahan. Ruas yang sudah bebas baru 34 meter. Namun kebutuhan ruas tol dengan lebar 60 meter agar pembangunan tol bisa dimulai.

"Panjangnya 29 Kilometer yang menghubungkan Kota Padang dan Sicincin di Padang Pariaman, 20 Kilometer ruas yang dihibahkan oleh masyarakat adat," tuturnya.

Kata Rini, butuh tambahan 41 kilometer lagi untuk bisa terhubung dengan Bukittinggi. Meski begitu, Rini meminta PT Hutama Karya selaku pelaksana proyek untuk mendahulukan ruas Padang-Sicincin agar bisa dimanfaatkan untuk arus mudik Lebaran 2019.

Kemudian, dilanjutkan tahap II yang menghubungkan Sicincin - Payakumbuh digarap pada 2021 hingga 2023. Lalu, tahap III dilakukan pada 2022-2025 untuk ruas Payakumbuh - Bangkinang, Riau. Tahap IV, dilakukan pembangunan secara paralel untuk Bangkinang - Pekanbaru pada 2021-2023.

Untuk mempercepat pembangunan tol, Rini meminta titik mula pengerjaannya bisa dilakukan serentak di tiga titik dan dikerjakan oleh 3 kontraktor beda-beda. Karena kalau 1 titik akan lebih lambat. yakni Kota Padang, Parit Malintang, dan Sicincin sebagai ujung tahap I.

Sementara itu, Direktur Utama PT Hutama Karya I Gusti Ngurah Putra menambahkan, butuh pendanaan hingga Rp 100 miliar untuk pembangunan 1 kilometer ruas tol. Itu pun, untuk ruas datar tanpa ada konstruksi khusus. Untuk itu, pihaknya juga akan melakukan studi banding ke Cina untuk mencari metode pembangunan paling efisien.

"Masalah ... Baca halaman selanjutnya