Rekonstruksi 28 Dalam Hari Puisi, Sastrawan Berdiskusi

"Kebanyakan sastrawan, penyair ataupun penulis cerpen di Sumbar itu justru dibesarkan oleh ivent di luar Sumbar"
Problematika kesusastraan Sumbar di rembukkan dalam wadah diskusi oleh sastrawan dan penggiat seni (KLIKPOSITIF/Cecep Jambak)

PADANG,KLIKPOSITIF -- Problematika kesusastraan Sumbar di rembukkan dalam wadah diskusi oleh sastrawan dan penggiat seni, Sabtu 14 Oktober malam, bertempat di Gasibu Taman Budaya Sumbar.

Sastrawan Sumbar, Nasrul Azwar, atau yang biasa disapa Mak Nai duduk sebagai pembicara. Dia ditemani dua sastrawan yang cukup terkenal di Nusantara, yakninya Riri Satria, dan Sosiawan Leak.

Sulthan Indra Muhidin Muda, pelopor acara tersebut mengatakan, diskusi itu dibuat untuk menghadirkan pencerahan bagi seniman Sumbar, khususnya para pecinta penulisan.

"Kita hadirkan sastrawan kondang yang memang sudah malang melintang. Di sini kita berdiskusi. Saling tukar pikiran, dan yang terpenting pulangnya kita bawa ilmu. Kegiatan ini juga sebagai pertanda sudah masuknya bulan puisi," ungkapnya.

Dalam diskusi hangat yang dimoderatori Yudilfam Habib, yang akrab disapa Dt Monti ini, Mak Nai menilai, problem sastra di Sumbar adalah minimnya festival besar. Yang mana sebuah ivent sastra yang elegan yang selalu ditunggu kehadirannya.

"Kebanyakan sastrawan, penyair ataupun penulis cerpen di Sumbar itu justru dibesarkan oleh ivent di luar Sumbar. Menurut saya ini tidak bagus. Seharusnya kita bikin festival sastra yang besar, yang membesarkan sastrawan Sumbar. Kalau proses kreatif, Sumbar sangat baik, tiap bulan selalu ada muncul karya sastra dari sastrawan Sumbar," ungkapnya.

Riri Satria mengatakan, sebuah festival akan berjalan dengan baik jika berbagai elemen dapat bersinergi dengan baik juga. Sebab, sebuah event tidak dapat disukseskan hanya dengan satu pelaku saja.

"Ya orang sastra nya, ya ivent organizer nya, ya pemerintah nya itu harus bersinergi. Yang dibangun itu sinergitas," ungkapnya.

Senada, Sosiawan Leak mengatakan, modal Sumbar dalam hal penulis, penyair diakuinya sangat melimpah. Tinggal lagi bagaimana pengelolaan yang harus dilakukan dengan serius.

"Kalau kesusastraan sebuah ivent ini ... Baca halaman selanjutnya