Faldo Maldini Bagikan Pengalaman Jadi Pengusaha pada Usia Muda

Faldo Maldini, pendiri Pulangkampuang.com dan direktur di 14 perusahaan Langgar Group, membagikan pengalamannya sebagai pengusaha kepada anggota Kopma UIN IB Padang di kampus tersebut, Sabtu (14/10).
Faldo Maldini, pendiri Pulangkampuang.com dan direktur di 14 perusahaan Langgar Group, membagikan pengalamannya sebagai pengusaha kepada anggota Kopma UIN IB Padang di kampus tersebut, Sabtu (14/10). (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Faldo Maldini (27), direktur di 14 perusahaan Langgar Group, membagikan pengalamannya menjadi pengusaha pada usia muda. Hal itu disampaikannya kepada seratusan anggota Koperasi Mahasiswa (Kopma) Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) Padang pada seminar kewirausahaan nasional yang digelar perguruan tinggi itu, Sabtu (14/10). 

Banyak orang, kata Faldo, bermimpi menjadi pengusaha karena memberikan penghasilan yang menjanjikan dan membuka berbagai kesempatan. Menurutnya, pada zaman teknologi informasi ini, peluang untuk anak muda berkarya dan menjadi pengusaha sangat terbuka. 

baca juga: Pemko Pariaman Ajak Pelaku IKM Manfaatkan Teknologi dalam Pemasaran Produk di Masa Pandemi

"Zaman sudah sangat berubah. Perkembangan dunia mengharuskan berbagai perusahaan dan institusi untuk memberi kesempatan bagi anak-anak muda. Kita punya kesempatan belajar dan bekerja lebih banyak. Tergantung kita ingin mengembangkan diri seperti apa," ujar pria yang memimpin Langgar Group sejak usia 25 tahun itu. 

Faldo mengajak anak muda Padang untuk benar-benar mempersiapkan diri menghadapi persaingan. Ia yakin mahasiswa Padang memiliki kemampuan untuk mendapatkan berbagai posisi strategis bukan hanya pada tingkat provinsi, melainkan juga pada tingkat nasional. 

baca juga: Akhir Pekan, Emas Dijual Rp 913 Ribu Per Gram

"Kalau orang luar melihat kita, pasti mereka menilai orang Padang dan anak mudanya pintar-pintar. Jangan sampai gagal berkompetisi karena kita tidak tahu aturan main dan standar. Makanya, kami di Pulangkampuang.com memastikan teman-teman muda bisa berkompetisi sejajar dengan lulusan universitas kelas dunia," tutur Anggota Komite Pengembangan Bisnis dan Risiko PT Garuda Indonesia itu. 

Pulangkampuang.com, kata Faldo, telah membantu ratusan anak muda Sumatra Barat untuk menghadapi kompetisi pasar tenaga kerja. Komunitas besutannya itu memberikan pelatihan sebagai persiapan kompetensi dasar untuk mendapatkan pekerjaan yang bergengsi. Beberapa pelatihan tersebut, antara lain, wawancara kerja, penulisan daftar riwayat hidup, dan pelatihan menguasai bahasa Inggris. 

baca juga: Hendro Mardika, Entrepreneur Muda yang Sukses Berbisnis di Industri Pendidikan Berkat Try Out Online (Education Technology)

Mengenai kewirausahaan, Faldo mengingatkan anak muda Padang untuk memperkuat jiwa kewirausahaan. Ia berpendapat, banyak orang berfokus pada cara melahirkan wirausahawan dalam jumlah yang besar, tetapi abai terhadap kualitasnya.

"Wirausahawan itu bukan soal jumlah, melainkan tentang kualitas. Kita harus punya wirausahawan yang tangguh dan inovatif. Percuma banyak wirausahawan, tetapi tidak mampu bertarung. Jika ada seratus saja wirausahawan punya daya saing nasional dan internasional, ada berapa ribu tenaga kerja yang akan terserap. Itu kerja kami selama ini di Pulangkampuang.com. Alhamdulillah, kami sudah memberangkatkan banyak orang ke mana-mana untuk membangun jejaring dan daya saing," ucap pria yang lahir di Balimbiang, Kuranji, Padang itu.  

baca juga: Siap-siap, Mulai 1 Juli Akan Ada Pajak Digital

Pada akhir pidatonya, Faldo mengingatkan anggota Kopma UIN IB Padang bahwa langkah-langkah strategis untuk mengatasi persoalan pada masa depan harus dimulai hari ini. Ia yakin bahwa Padang dan Sumatra Barat serta anak mudanya dapat menjadi yang terdepan pada tingkat nasional. 

"Kerja hari ini harus untuk mengatasi masalah pada masa depan. Jika kita hanya berpikir soal hari ini, artinya pikiran kita ada pada masa lalu. Buat saya, orang Padang harus punya banyak teman, banyak ilmu, banyak uang, dan banyak ibadahnya," kata mantan ketua BEM Universitas Indonesia ini.

Sementara itu, Guru Besar Ekonomi Unand, Prof. Helmi, mengingatkan anggota Kopma UIN IB bahwa kuliah di perguruan tinggi berbasis agama untuk tidak hanya untuk mempelajari agama, tetapi juga mempelajari bidang lain, salah satunya bisnis atau wirausaha. 

"Agama adalah cara mengatur kehidupan. Bisnis adalah bagian dari kehidupan. Jadi, perlu ada perubahan cara pandang bagi mahasiswa UIN bahwa jangan hanya memperdalam ilmu agama, tetapi juga punya pengetahuan ilmu bisnis ," ujarnya saat membuka seminar itu. 

Perihal wirausaha, Helmi mengutarakan, wirausaha penting bagi suatu negara karena salah satu syarat negara bisa dikatakan maju ekonominya apabila 2 persen dari total jumlah penduduknya merupakan pengusaha. Saat ini, jumlah penduduk Indonesia yang menjadi pengusaha sudah 3,2 persen. Namun, Indonesia masih tinggal daripada negara lain karena jumlah penduduknya yang menjadi pengusaha di atas 7 persen. 

Helmi mendorong generasi muda Indonesia, khususnya anggota Kopma UIN IB menjadi wirausahawan karena banyak potensi wirausaha di Indonesia. 

"Kini, peluang berwirausaha di Indonesia sangat besar karena ada dukungan kuat dari pemerintah pusat untuk menumbuhkan berbagai lembaga ekonomi. Kini tersedia dukungan dana dari pemerintah, perusahaan swasta, dan lembaga-lembaga lainnya. Ada banyak kesempatan bagi wirausahawan untuk mendapatkan pembiayaan. Selain itu, tersedia juga dukungan teknologi informasi seperti yang berkembang saat ini. Jalur distribisi dan infrastruktur juga berkembang yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung wirausaha. Jadi, kini tergantung niat anak muda saja menjadi pengusaha," tuturnya. 

Namun, menurut Helmi, berbisnis bukan modal yang penting, melainkan idenya. Ia menyampaikan kepada anggota Kopma UIN IB bahwa bisnis bermula dari masalah. Masalah adalah kebutuhan yang belum terpenuhi. Ia berpendapat, wirausahawan harus bisa melihat masalah seperti itu karena hal itu adalah peluang.

"Saya harapkan ada inisiatif bisnis baru dari Kopma UIN IB untuk mengembangkan koperasi ini," ucapnya. 

Ketua Kopma UIN IB, Mardiansyah, mengatakan, pihaknya menggelar kewirausahaan bertema "Saatnya Generasi Muda Kreatif Bangkit Berwirausaha dengan Semangat Koperasi" dalam rangka memperingati ulang tahun ke-27 Kopma UIN IB. 

"Kami mengangkat tema itu karena koperasi masyarakat sekarang umumnya diurus oleh orang-orang tua. Menurut kami, itulah sebab koperasi kurang berkembang. Kader kopma tidak dimanfaatkan untuk mengembangkan koperasi.

Harapan kami, tema seminar ini membangkitkan semangat muda berkoperasi, khususnya anggota kopma, untuk mengembangkan koperasi msyarakat yang telah ada dan berwirausaha untuk kesejahteraan bersama.

Pada seminar itu, kata Fajri, pihaknya mengundang beberapa narasumber yang dianggap kompeten berbicara soal koperasi dan kewirausahaan, seperti Prof. Helmi, dan narasumber yang kompeten bicara soal kewirausahaan dan anak muda, seperti Faldo Maldini

"Kami mengundang Faldo Maldini , karena ia merupakan tokah muda dalam dunia wirausaha. Dengan mengundang Faldo, kami berharap banyak jiwa muda termotivasi untuk bergerak berwirausaha untuk kemajuan pribadi dan masyarakat dalam ekonomi," ucapnya. (*)

Penulis: Khadijah