APB Nagari Belum Tuntas, Pencairan Dana Desa di Pasaman Terkendala

"dari 32 nagari yang ada, baru satu nagari yang sudah menyelesaikan laporan APB Nagarinya, yaitu Nagari Air Manggis"
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kabupaten Pasaman, menyatakan pencairan dana desa sebesar Rp‎15,3 miliar lebih‎ dari kas daerah ke kas nagari masih mengalami sedikit kendala.

"Penyebabnya, masih banyak nagari yang belum menyelesaikan laporan Anggaran Pendapatan Belanja (APB) Nagari," kata Kepala BPM, Fuji Radial di Lubuk Sikaping, Sabtu, 14 Mai 2016.

Radial menyebut saat ini di Pasaman, dari 32 nagari yang ada, baru satu nagari yang sudah menyelesaikan laporan APB Nagarinya, yaitu Nagari Air Manggis.

"Saat ini nagari tersebut masih menunggu proses pencairan dana desa ke kas nagari, namun karena APB nagari lainnya belum selesai, makanya dana tersebut belum dicarikan," ujarnya.

Untuk pengalokasian dana desa ke nagari, Radial menuturkan bahwa pihaknya sudah menyerahkan tenaga profesional kepada camat dan walinagari.

Tenaga ahli itu, kata dia, akan mengawasi dan membantu mengarahkan pihak nagari agar dana desa yang disalurkan tepat sasaran.

"Tidak hanya itu, bahkan kami juga mengerahkan sebanyak 23 orang pendamping desa dan sebanyak 25 orang pendamping lokal ke nagari," bebernya.

Sebelumnya diberikan, ‎dana desa tahap pertama dari pemerintah pusat sebesar Rp15.330.734.400, sudah masuk ke Kas daerah Kabupaten Pasaman.

Dana tersebut, merupakan 60 parsen dari total dana desa 2016 yang diterima Pasaman, yaitu sebanyak Rp25,5 miliar dan akan dicairkan pada tahap satu.

Kemudian sisanya, akan dicairkan pada tahap dua yang dijadwalkan pada Agustus mendatang. [Man St Pambangun]