Menkes Pantau Pemeriksaan Kanker Serviks di Daerah, Sumbar Baru 34,5 Persen

Direktur Utama (Dirut) RSUP M Djamil, Yusirwan Yusuf
Direktur Utama (Dirut) RSUP M Djamil, Yusirwan Yusuf (KLIKPOSITIF/Joni)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Kementerian Kesehatan RI hari ini melakukan telecomference dengan pemerintah daerah dalam hal ini Dinkes Sumbar termasuk RSUP M.Djamil Padang untuk mengetahui upaya yang telah dilakukan unit vertikal kementerian dalam deteksi dini kanker leher Rahim (serviks) dan kanker payudara yang di fasilitas layanan kesehatan dan pemerintah daerah.

Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek menegaskan, pesoalan IVA bukan sekedar dideteksi saja akan tetapi juga diselesaikan dengan melanjutkan pengobatan, termasuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat.

baca juga: Arsul Sani: Polri Harus Hati-Hati dalam Upaya Paksa Penindakan Non Jatras

“Penemuan dan penanganan dini bagi mereka akan lebih baik. Makin cepat makin baik” sebut Nila. Pada kesempatan itu Nila juga mempertanyakan jumlah pemeriksaan yang telah dilakukan Dinkes Sumbar dan pihak M. Djamil.

Kadis Kesehatan Sumbar Merry Yuliesday menjelaskan sebanyak 46 ribu orang yang dilakukan pemeriksaan untuk mendeteksi dini kanker serviks dari target 133 ribu yang diberikan Kemenkes .

baca juga: Gede Widiade Ungkap Wacana Pembentukan Operator Baru Liga 2

“Sekitar 34,5 persen pemeriksaan di Sumbar , namun di kabupaten dan kota saat ini masih dalam proses,” katanya.

Merry merinci, hasil periksaan ditingkat OPD (Organisasi Perangkat Daerah) kepada ASN (Aparatur Sipil Negara) dan istri ASN, 12 orang dinyatakan positif, selanjutnya dari 2.831 orang dilakukan periksaan oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) pada 5 Juli lalu, 26 orang positif.

baca juga: Legislator Kritik Syarat Pengajuan Calon Kepala Daerah pada Draft RUU Pemilu

Kemudian dari kunjungan beberapa hari lalu ke Kabupaten Kepulauan Mentawai, dari 15 orang yang diperiksa 3 orang dinyatakan positif. “Ada juga satu puskesmas disana, 80 orang pemeriksaan negatif semuanya,” tuturnya.

Kendala saat ini, sebut Merry, masyarakat masih ketakutan untuk diperiksa. Untuk itu pihaknya terus melakukan penuyulhan. Sebab dari hasil positif tersebut belum tentu kanker . “Masyarakat masih banyak yang takut-takut padahal belum tentu kanker . Akhirnya kami jemput bola, ke OPD lansung kami datangi kantornya dan diperiksa disana,” ujarnya.

baca juga: Kerusuhan di AS Meluas, Komisi I Minta Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI

Selain itu juga menghimbua kepada OPD untuk selalu mengingatkan pegawai mereka untuk melakukan pemeriksaan. Terhitung hari ini hingga 27 Oktober 2017, Dinkes telah membuka posko pemeriksaan kanker serviks dikawasan kantor gubernur. “masyarakat bisa datang kesana,” harapnya.

Sementara Direktur Utama (Dirut) RSUP M Djamil Yusirwan Yusuf mengatakan, pihaknya telah memeriksa sebanyak 491 orang dari target 500 orang. Dari angka itu sebanyak 3 orang dinyatakan positif. Pemeriksaan katanya, dipiroritaskan kepada internal rumah sakit.

“Pemeriksaan sudah mencapai 94 persen dari target, kami masih punya 5 hari kedepan untuk menyelesaiakan targer tersebut,” jelasnya.

Dia mengatakan, untuk kanker leher rahim (serviks) dan kanker payudara stadium dini, pihaknya sudah menunjuk bebera puskemas seperti di Kota Padang sudah ada dua Puskesmas yang bisa melayani persoalan itu.

Wakil Ketua Yayasan Kanker Indonesia Cabang Sumbar Ermawati menjelaskan, masyarakat hendak melakukan pemeriksaan secara berkala dan tidak perlu takut dinyatakan positif, sebab yang dinyatakan positif dari hasil pemeriksaan belum tentu kanker . Rata-tara katanya kondisi pasien masih tingkat dini. Bahkan kadang-kadang bentuknya normal saja.

Dibeberkan Ermawati, untuk kondisi lanjut telah ada keputihan, berbau dan terjadi pendarahan saat melakukan hubungan. Sementara di Sumbar masih kondis dini.

“Makanya kita menghimbau wanita yang melakukan hubungan seksual untuk mencek IVA setiap tahun. Bisa saja tahun ini negatif dan tahun berikutnya positif, itu yang harus dituntaskan” katanya.

Sebelumya pemerintah telah mencanangkan pemeriksaan sebagai upaya dini dalam mencegah dan mengetahui kanker leher Rahim (serviks) dan kanker payudara. Pelaksanan dilakukan berupa screening kanker leher rahim dengan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan kanker payudara dengan Pemeriksaan Payudara Klinis (Sadanis). (Joni Abdul Kasir)

Penulis: Eko Fajri