Memasuki Musim Kemarau, Sejumlah Lahan di 50 Kota Terbakar

"Lahan yang terbakar tersebut terletak di kawasan bebukitan"
Kebakaran Lahan di Kabupaten Limapuluh Kota (Dok. Damkar 50 Kota)

LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF -- Dinas Kebakaran Kabupaten Limapuluh Kota sejumlah lahan di kawasan itu terbakar saat memasuki musim kemarau. Lahan yang terbakar tersebut terletak di kawasan bebukitan.

Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Limapuluh Kota Irwandi mengatakan, kebakaran tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.

"Kebakaran ini disebabkan karena aktifitas pembukaan lahan dan pembakaran sampah yang dilakukan oleh warga," katanya. Kebakaran lahan tersebut terjadi pada Minggu 22 Oktober lalu.

Lokasi kebakaran lahan tersebut tersebar di beberapa titik yaitu Bukik Putuih, Nagari Koto Bangun Kapur IX, Bukik Potai, Nagari Koto Lamo, Kapur IX, Ronah Pembangunan, Nagari Duriantinggi, rumpun bambu di pekarangan rumah di Taeh, Kecamatan Payakumbuh, dan Suliki.

"Namun apinya tidak begitu besar dan berada di puncak bukit, sehingga api mudah padam," ungkap Irwandi.

Ia melanjutkan, kebakaran berlanjut hingga Senin kemarin di jorong 3 Nagari Koto Bangun, Kecamatan Kapur IX pukul 12.00 WIB. Kemudian juga terpantau kebakaran bukit di Jorong Sialang Bawah, Nagari Sialang Kecamatan Kapur IX pukul 14.30 WIB dan rumah milik warga di Jorong Kandang Lamo, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau.

Kemudian berlanjut di lima titik yaitu Jorong Banja Laweh, Kecamatan Suliki, kebun manggis di Jorong Koto Lamo, Nagari Tanjung Pauh, Kec Pangkalan, lahan di Muaro Paiti yang berjarak 300 meter dari pemukiman, dan lahan di Jorong P. Panjang Tanjung Pauah Pangkalan serta lahan pinus di Jorong Lubuak Aur Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh pada pukul 23.30 WIB.

Dengan kondisi seperti itu ia menghimbau agar masyarakat lebih waspada dalam upaya antisipasi kebakaran dan langkah evakuasi jika hal itu sudah mengancam keselamatan jiwa.

"Apabila mengetahui adanya kebakaran dan kalau sudah tidak bisa dikendalikan segera lapor Dinas Pemadam Kebakaran dengan menelpon ke (0752) 92113," pungkasnya ... Baca halaman selanjutnya