Mengenal Sejarah Lubang Jepang Anak Aia Bukittinggi

"Lubang itu tidak satu, tapi berjumlah 4"
Lubang Jepang di kawasan Anak Aia Bukittinggi (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI,KLIKPOSITIF -- Sebuah Lubang Jepang yang KLIKPOSITIF kunjungi pada Minggu 22 Oktober 2017 di belakang sebuah Rumah Gadang di Bukit Parik Natuang Kelurahan Pulai Anak Aia ternyata menyimpan sejarah yang sangat panjang.

Dalam buku berjudul Pemuda dan Proklamasi karangan Masmimar Makah, Syahbuddin dan Mara Karma (Editor) disebutkan jika Jepang memang membangun sebuah lubang perlindungan besar di kaki Bukit tersebut pada September 1944.

Tujuannya, untuk melindungi pemancar-pemancar radio yang digunakan sebagai media propaganda dan alat-alat penting lainnya dari kemungkinan pemboman sebab di atas Bukit Parit Natuang berdiri sebuah studio pemancar radio pusat untuk seluruh Sumatera.

Disebutkan, hubungan antara studio dengan lobang dalam tanah, dilakukan dengan telepon.

Lubang ini cukup kuat menahan ledakan bom, dan didepan pintu lobang, dibangun pagar tanah setinggi 2 meter sebagai pertahanan terhadap sabotase.

Data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi, Lubang Jepang Anak Aia ini bernama Lubang Jepang Kasiak. Lubang itu tidak satu, tapi berjumlah 4. Masing-masing lubang berukuran panjang 25 meter, lebar 3 meter dan tinggi 3 meter.

"Lubang Jepang Kasiak sudah terdaftar di registrasi Nasional cagar budaya, untuk saat ini berpotensi menjadi cagar budaya atau benda diduga cagar budaya," jelas Kasi Cagar Budaya dan Peninggalan Sejarah Beta Ayu Listyorini dari Disdikbud Bukittinggi.

Sementara, tokoh masyarakat Anak Aia Firman mengatakan, Lubang Jepang Anak Aia punya keistimewaan sebab sudah di beton sedari awal oleh Jepang.

"Itu salah satu keistimewaannya, selain itu wilayah Parik Natuang memang basis militer Jepang dahulunya," katanya.

[Hatta Rizal]