PPDI Nilai Kemenpora Memiliki Perhatian Luar Biasa Terhadap Pemuda Disabilitas

". Di olahraga, banyak disabilitas yang menjadi juara. Bukan karena memakai kursi roda, namun karena mereka brilian"
Ketua Umum Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Ghufron Sakaril (Kemenpora)

KLIKPOSITIF -- Kepedulian Kemenpora terhadap pemuda pengandang Disabilitas dinilai oleh Ketua Umum Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Ghufron Sakaril sudah luar biasa. Hal itu disampaikan Ghufron dalam Pelatihan Pengembangan Kapasitas dan Penganugerahan Pemuda Hebat Indonesia, Jumat (27/10) di halaman Kemenpora, Jakarta.

Konsep inklusivitas adalah menerima keberagaman dalam partisipasi pembangunan. "Kita semua beragam; bahasa, asal daerah, pekerjaan, warna kulit, dan lain lain namun bisa bekerjasama dan bersatu," kata Ghufron.

Pelatihan Pengembangan Kapasitas dan Penganugerahan Pemuda Hebat terselenggara atas kerjasama Kemenpora dengan PPDI. "Memahami inklusivitas, pemahaman utamanya pada soal disabilitas. Yakni orang yang menghadapi hambatan dari lingkungan. Jadi hambatan bukan dari orangnya, tapi lingkungannya. Contohnya, mau naik angkutan umum, tapi fasilitas umum belum ramah pada disabilitas," tutur Ghufron.

Deputi Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdulllah mengatakan manusia diciptakan tidak sempurna. "Saya punya kekurangan, berkacamata. Bu Anggia juga berkacamata, Pak Djun juga agak tuli. Kita semua punya kekurangan," ujarnya.

Menurut Faisal, di Kemenpora ada asdep yang menangani kelompok berkebutuhan khusus, baik di bidang pemuda maupun olahraga. "Tidak ada pembedaan pegawai disabilitas dan non-disabilitas. Di olahraga, banyak disabilitas yang menjadi juara. Bukan karena memakai kursi roda, namun karena mereka brilian." ujar Faisal.

Sementara Staf Khusus Menpora Bidang Komunikasi dan Kemitraan Anggia Ermarini mengatakan pelatihan ini untuk penyandang disabilitas digelar dalam rangka menyambut Sumpah Pemuda. "Indonesia untuk semuanya. Tidak peduli agamanya apa, dari mana, punya kekurangan apa, punya kelebihan apa. Itulah semangat kegiatan kita hari ini," ujar Anggia.

"Ada 15 persen penduduk dunia penyandang disabilitas yang butuh program untuk meningkatkan kapasitas, seperti ... Baca halaman selanjutnya