16 Mahasiswa yang Diamankan Polisi Alami Luka Memar

"Mereka diketahui mengalami luka di bagian tangan, kaki dan ada yang mengalami luka di bagian kepala"
Mahasiswa yang diamankan petugas di Polresta Padang mendapat perawatan luka memar yang mereka alami. (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Sebanyak 16 mahasiswa yang diamankan oleh personel Polresta Padang saat menggelar aksi sebelum kedatangan Wakil Presiden ke Kampus Unand mengalami luka memar. Mereka diketahui mengalami luka di bagian tangan, kaki dan ada yang mengalami luka di bagian kepala.

"Memang ada teman yang luka memar di bagian kepala karena dipaksa masuk mobil tadi," ujar juru bicara Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus Unand, Hemi.

Dia menyebut, luka memar yang didapat beberapa mahasiswa tersebut karena diseret untuk masuk ke dalam bus kepolisian yang telah disediakan. "Disini kami langsung diobati oleh polisi dan saat ini kami masih didata," lanjutnya.

Mereka berharap, Wakil Presiden yang datang ke kampusnya itu bisa mengetahui tuntutan mereka yang telah disuarakan. "Saya hanya berharap agar Wapres bisa tahu dilema yang terjadi, tidak hanya kebaikan yang ada di kampus ini saja," harapnya.

Dalam aksi yang dilaksanakan oleh puluhan mahasiswa Unand sebelum kedatangan Wakil Presiden pada Sabtu 3 November 2017 itu ada sejumlah tuntutan dari para mahasiswa. Menurutnya, mereka hanya mengingatkan bahwa masih ada permasalahan pendidikan.

 "Kami sebenarnya menanggapi kedatangan Wapres dan mengapresiasi pembangunan sarana pendidikan yang dilaksanakan oleh Unand," ujarnya.

Hal pertama yang dituntut adalah penolakan Unand menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH), kemudian transparansi penggunaan anggaran kampus seperti pengelolaan uang wisuda dan bus kampus. "Kami juga meminta agar maksimalkan pemberian beasiswa," sambungnya.

Hal terakhir yang mereka tuntut adalah kebebasan berekspresi oleh mahasiswa yang menurutnya hingga saat ini telah dibungkam. "Sejauh ini kami masih didata oleh petugas dan untung teman-teman yang perempuan sudah aman," tutupnya.

[Halbert Caniago]