Pemenuhan Logistik Perlu Dilakukan Sesuai Prinsip Pengadaan Barang/Jasa

" pengadaan barang/jasa merupakan pekerjaan rutin yang biasa. Tetapi Arif mengatakan prosesnya dapat menjadi sulit ketika KPU tidak dapat meredam adanya konflik kepentingan."
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arif Rahman Hakim, menekankan agar pengadaan barang/jasa yang dilakukan oleh KPU dengan memedomani prinsip-prinsip yang ada.

Lebih lanjut Arif mengatakan, “apa yang perlu kita tindaklanjuti, yang pertama harus menyiapkan tim kerja yang handal. Yang kedua apakah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang akan ditugaskan di seluruh satuan kerja (satker) ini sudah tersedia sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh aturan,” kata Arif, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Perencanaan Kebutuhan dan Pengelolaan Logistik Pemilu 2019, Senin (6/11).

“Jadi (PPK) ini harapan kami adalah pegawai negeri sipil (PNS) yang memenuhi persyaratan yang diminta, jadi mereka sudah bersertifikat keahlian pengadaan barang dan jasa penerima,” lanjutnya.

Arif juga mengatakan bahwa pengadaan barang/jasa merupakan pekerjaan rutin yang biasa. Tetapi Arif mengatakan prosesnya dapat menjadi sulit ketika KPU tidak dapat meredam adanya konflik kepentingan.

Pengadaan barang dan jasa itu mudah sebenarnya, yang sulit adalah bagaimana kita mengurangi, meredam konflik kepentingan. Jadi timbulnya permasalahan pengadaan barang dan jasa adalah kita tidak bisa menahan kepentingan-kepentingan yang kemudian melanggar prinsip-prinsip pengadaan barang dan jasa,” ujar dia.

“Di dalam pengadaan barang dan jasa kita akan menggunakan anggaran pemerintah, baik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), kita semua harus berupaya untuk mencegah pemborosan, dan tentu ini menjadi sudah menjadi kewajiban kita semua,” paparnya lebih lanjut.

Arif melanjutkan, KPU perlu menciptakan iklim kerja yang kondusif bagi seluruh staf, dan memberikan kepercayaan kepada personil yang diberi tugas dalam mengelola pengadaan barang/jasa yang tengah dilakukan.

“Kita harus menciptakan ... Baca halaman selanjutnya