Mengenal 15 Sosok Pahlawan Nasional Asal Sumatera Barat (Bagian 3)

Tamansari Pahlawan Nasional Asal Minangkabau
Tamansari Pahlawan Nasional Asal Minangkabau (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pemeritah Indonesia saat ini mencatat, terdapat 173 pejuang yang terdaftar sebagai pahlawan nasional. Dari keseluruhan, 15 orang diantaranya berasal dari Sumatera Barat.

Menurut Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, selain dari 15 orang tersebut, masih banyak pejuang asal Sumbar yang belum terdata oleh pemerintah pusat-salah satunya H. Bagindo Dahlan Abdoellah asal Pariaman.

"Masih banyak lagi, dan kami terus mengusulkan ke pemerintah agar yang belum terdata itu masuk dalam daftar pahlawan nasional, karena orang Minang mempunyai andil yang cukup besar pada masa perjuangan Republik Indonesia," katanya.

Baca Juga

Wagub merinci 15 nama Pahlawan Nasional dari Minangkabau yakni Abdoel Halim, Ilyas Yakoub, Rasuna Said, Tuanku Imam Bonjol, Mohammad Natsir, Abdul Muis, Bagindo Aziz Chan, Adnan Kapau Gani, Hamka, Tan Malaka, Mohammad Hatta, Mohammad Yamin, H. Agus Salim, Sutan Syahrir, dan Hazairin.

Untuk lebih lengkap, mari simak sosok 15 orang pahlawan nasional asal Sumatera Barat berikut ini:

Sebelumnya:

Mengenal 15 Sosok Pahlawan Nasional Asal Sumatera Barat (Bagian 1)

Mengenal 15 Sosok Pahlawan Nasional Asal Sumatera Barat (Bagian 2)

- Muhammad Natsir

Natsir adalah pendiri sekaligus pemimpin partai politik Masyumi, dan tokoh Islam terkemuka Indonesia. Di dalam negeri, ia pernah menjabat menteri dan perdana menteri Indonesia, sedangkan di kancah internasional, ia pernah menjabat sebagai presiden Liga Muslim se-Dunia (World Muslim Congress) dan ketua Dewan Masjid se-Dunia.

Natsir lahir dan dibesarkan di Solok tepatnya di Lembah Gumanti pada 17 Juli 1908, sebelum akhirnya pindah ke Bandung untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA dan kemudian mempelajari ilmu Islam secara luas di perguruan tinggi.

Ia terjun ke dunia politik pada pertengahan 1930-an dengan bergabung di partai politik berideologi Islam. Pada 5 September 1950, ia diangkat sebagai perdana menteri Indonesia kelima.

Setelah mengundurkan diri dari jabatannya pada tanggal 26 April 1951 karena berselisih paham dengan Presiden Soekarno, ia semakin vokal menyuarakan pentingnya peranan Islam di Indonesia hingga membuatnya dipenjarakan oleh Soekarno.

Setelah dibebaskan pada tahun 1966, Natsir terus mengkritisi pemerintah yang saat itu telah dipimpin Soeharto hingga membuatnya dicekal.

- Abdoel Moeis

Pahlawan ini lahir di Sungai Puar, Agam, Sumatera Barat, pada 3 Juli 1883 dan meninggal dunia di Bandung, Jawa Barat, 17 Juni 1959 pada umur 75 tahun.

Ia adalah seorang sastrawan, politikus, dan wartawan Indonesia. Dia merupakan pengurus besar Sarekat Islam dan pernah menjadi anggota Volksraad mewakili organisasi tersebut. Abdul Muis dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional yang pertama oleh Presiden RI, Soekarno, pada 30 Agustus 1959.

(Bersambung)

Editor: Ocky Anugrah Mahesa