Mengenal 15 Sosok Pahlawan Nasional Asal Sumatera Barat (Bagian 5)

Tamansari Pahlawan Nasional Asal Minangkabau
Tamansari Pahlawan Nasional Asal Minangkabau (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Pemeritah Indonesia saat ini mencatat, terdapat 173 pejuang yang terdaftar sebagai pahlawan nasional. Dari keseluruhan, 15 orang diantaranya berasal dari Sumatera Barat.

Menurut Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, selain dari 15 orang tersebut, masih banyak pejuang asal Sumbar yang belum terdata oleh pemerintah pusat-salah satunya H. Bagindo Dahlan Abdoellah asal Pariaman.

"Masih banyak lagi, dan kami terus mengusulkan ke pemerintah agar yang belum terdata itu masuk dalam daftar pahlawan nasional, karena orang Minang mempunyai andil yang cukup besar pada masa perjuangan Republik Indonesia," katanya.

Baca Juga

Wagub merinci 15 nama Pahlawan Nasional dari Minangkabau yakni Abdoel Halim, Ilyas Yakoub, Rasuna Said, Tuanku Imam Bonjol, Mohammad Natsir, Abdul Muis, Bagindo Aziz Chan, Adnan Kapau Gani, Hamka, Tan Malaka, Mohammad Hatta, Mohammad Yamin, H. Agus Salim, Sutan Syahrir, dan Hazairin.

Untuk lebih lengkap, mari simak sosok 15 orang pahlawan nasional asal Sumatera Barat berikut ini:

Sebelumnya:

Mengenal 15 Sosok Pahlawan Nasional Asal Sumatera Barat (Bagian 1)

Mengenal 15 Sosok Pahlawan Nasional Asal Sumatera Barat (Bagian 2)

Mengenal 15 Sosok Pahlawan Nasional Asal Sumatera Barat (Bagian 3)

Mengenal 15 Sosok Pahlawan Nasional Asal Sumatera Barat (Bagian 4)

- Hamka

Pahlawan dengan nama lengkap Abdul Malik Karim Amrullah adalah seorang ulama dan sastrawan Indonesia yang lahir di Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, 17 Februari 1908.

Semasa hidupnya, ia melewatkan waktunya sebagai wartawan, penulis, dan pengajar. Ia terjun dalam politik melalui Masyumi sampai partai tersebut dibubarkan.

Selain itu Hamka juga pernah menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama, dan aktif dalam Muhammadiyah sampai akhir hayatnya.

Universitas al-Azhar dan Universitas Nasional Malaysia menganugerahkannya gelar doktor kehormatan, sementara Universitas Moestopo, Jakarta mengukuhkan Hamka sebagai guru besar. Namanya disematkan untuk Universitas Hamka milik Muhammadiyah dan masuk dalam daftar Pahlawan Nasional Indonesia.

- Tan Malaka

Tan Malaka atau Sutan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka adalah pahlawan yang lahir di Nagari Pandam Gadang, Suliki, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, 2 Juni 1897 dan meninggal di Desa Selopanggung, Kediri, Jawa Timur, 21 Februari 1949 pada umur 51 tahun.

Ia adalah seorang pembela kemerdekaan Indonesia yang berpihak pada golongan sayap kiri bersama dengan tokoh-tokoh Partai Komunis Indonesia, juga pendiri Partai Murba, dan merupakan salah satu Pahlawan Nasional Indonesia.

Untuk sejarah lengkap Tan Malaka,  klik disini

- Muhammad Hatta

Bung Hatta adalah tokoh pejuang, negarawan, ekonom, dan juga Wakil Presiden Indonesia yang pertama. Ia bersama Soekarno memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda sekaligus memproklamirkannya pada 17 Agustus 1945.

Pria yang lahir di Bukittinggi pada 12 Agustus 1902 ini juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri dalam Kabinet Hatta I, Hatta II, dan RIS. Ia mundur dari jabatan wakil presiden pada tahun 1956, karena berselisih dengan Presiden Soekarno. Hatta juga dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

Bandar udara internasional Tangerang Banten, Bandar Udara Soekarno-Hatta, menggunakan namanya sebagai penghormatan terhadap jasa-jasanya.

Selain diabadikan di Indonesia, nama Mohammad Hatta juga diabadikan di Belanda yaitu sebagai nama jalan di kawasan perumahan Zuiderpolder, Haarlem dengan nama Mohammed Hattastraat.

Pada tahun 1980, ia meninggal dan dimakamkan di Tanah Kusir, Jakarta. Bung Hatta ditetapkan sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 23 Oktober 1986 melalui Keppres nomor 081/TK/1986.

(Bersambung)

Editor: Ocky Anugrah Mahesa