Bawa Panah ke Tempat Ibadah di Pessel, Ini Penjelasan Rombongan Jemaah

"Latihan memanah diklaim hanya sebuah hobi"
Para jemaah saat dihadirkan saat jumpa pers yang digelar Polres Pessel (KLIKPOSITIF/Kiki Julnasri)

PESSEL, KLIKPOSITIF-- Rombongan jemaah yang sempat diamankan Polres Pesisir Selatan (Pessel) di Masjid Quba Koto Panjang, Kenagarian Barung-barung Balantai, Kecamatan Koto XI Tarusan, Selasa 14 November 2017 dini hari menyatakan jika kedatangan mereka tidak memiliki misi tertentu selain misi dakwah sebagai Muslim.

Baca : Polres Pessel Amankan 12 Pria Berpanah Saat Istirahat di Tempat Ibadah

"Kami semuanya berasal dari Padang, dan merupakan jemaah tabliqh sebanyak 12 orang. Hanya menjalankan tujuan dakwah dan menjalin silaturrahmi dengan sesama Muslim di Kabupaten Pesisir Selatan, dan tidak ada tujuan lainnya selain niat baik itu," sebut Firman Yuhandra Eka Putra bin Ismar, (40) selaku Imam  Rombongan yang mengaku dari bagian jemaah Tabligh, saat jumpa pers di Mapolres Pessel, Selasa 14 November 2017.

Menurutnya, kecurigaan masyarakat ketika melihat busur dan anak panah ditambah adanya latihan memanah dari sebagian rombongan di lokasi mesjid sangat beralasan, Namun ia menegaskan, hal itu hanya merupakan hobi dan tidak ada tujuan tertentu lainnya.

"Latihan memanah itu hanya hobi saya (pihaknya selaku kepala rombongan), dan itu tidak termasuk dalam kegiatan dakwah. Tujuan hanya itu, tadi bagaimana dalam perjalanan kami mesjid bisa ramai dan generasi muda bisa lebih cinta dengan ibadah," jelasnya.

Selain itu ia juga membenarkan, dari rombongan yang melaksanakan tujuan dakwan saat itu memang ada salah satunya di bawah umur sebanyak 6 orang. Namun, kepergian itu menurutnya tidak ada unsur paksaan, tapi sudah melalui izin pondok pesantren dan orangtua mereka.

"Bahkan orangtua mereka menitipkan biaya sebanyak Rp200 ... Baca halaman selanjutnya