Usai Operasi Zebra 2017, Ratusan Knalpot Menumpuk di Mapolres Payakumbuh

"Tumpukan ratusan knalpot tersebut terletak di ruangan unit tilang Satuan Lalulintas Polres Payakumbuh"
Tumpukan Knalpot Hasil Operasi Zebra 2017 di Mapolres Payakumbuh (KLIKPOSITIF/Arya Irfanus)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF -- Satu hari usai pelaksanaan Operasi Zebra 2017, ada pemandangan yang menanggu pandangan mata di Mapolres Payakumbuh. Hal itu adalah tumpukan ratusan knalpot.

Tumpukan ratusan knalpot tersebut terletak di ruangan unit tilang Satuan Lalulintas Polres Payakumbuh. Menurut Kepala Urusan Pembinaan Operasional Satlantas Polres Payakumbuh, Ipda Imam S, ratusan knalpot itu adalah hasil sitaan polisi selama operasi tersebut berlangsung.

"Itu merupakan knalpot sepeda motor yang tidak sesuai dengan aturan negara tentang lalulintas, knalpot tersebut memiliki bunyi yang keras sehingga menganggu pendengaran," katanya.

Imam mengatakan, selama operasi berlangsung, pihaknya tidak memberikan toleransi sama sekali pada pengendara yang menggunakan knalpot itu di motornya.

"Begitu ketahuan, langsung kami sita dan meminta pengendara untuk menggantinya dengan knalpot yang sesuai standar pabrikan," ungkap Imam.

Menurutnya, rata-rata knalpot tersebut dipakai oleh pengendara remaja, dan sengaja dipasang dengan berbagai alasan, "Ada yang mengaku untuk gaya-gayaan, ada pula karena knalpot standar harganya mahal," ujarnya.

Pengakuan Imam tersebut kemudian dibenarkan oleh salah seorang remaja yang menjadi korban penyitaan knalpot selama Operasi Zebra-Adek.

Pelajar salah satu SMA di Kota Payakumbuh itu mengaku penggunaan knalpot bersuara keras tersebut murni untuk gaya-gayaan, meski uang harus ia keluarkan cukup besar demi sebuah knalpot.

"Harganya Rp600 ribuan, tapi sekarang percuma saja karena sudah disita polisi, jadi saya ikhlaskan saja," tutur Adek.

[Arya Irfanus]