Korupsi SPJ Fiktif Diduga Dilakukan Berjamaah

Tersangka Digiring ke Rutan Anak Aia Padang
Tersangka Digiring ke Rutan Anak Aia Padang (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kejaksaan Negeri Padang resmi menahan tersangka kasus dugaan korupsi Surat Pertanggungjawaban (SPJ) fiktif di lingkung Dinas Prasjaltarkim Sumatera Barat, yakni Yusafni.

Dalam kasus itu, Yusafni disebutkan telah melakukan penyelewengan dana negara ke kantong pribadi selama 4 tahun dari 2012 hingga 2016 dengan total kerugian negara mencapai Rp60 miliar.

Namun kasus itu dinilai dilakukan secara berjamaah, jadi selain Yusafni ada oknum lain yang terlibat dalam tindakan pidana luar biasa tersebut.

Baca Juga

Baca Juga:  Penyidikan Selesai, Tersangka Korupsi SPJ Fiktif Resmi Ditahan

"Tersangka dalam kasus ini hanya Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Dia hanya pejabat bawahan, jadi tidak mungkin dia yang mengajukan dan kemudian mencairkan anggaran," kata pengacara Yusafni, Defika Yufiandra.

Menurutnya, dalam pencairan dana ganti rugi-seperti dugaan yang dialamatkan pada tersangka-dilaksanakan dengan cara birokratif, sehingga prosesnya cukup panjang dan melalui banyak pintu.

"Berdasarkan pandangan itu, kemungkinan ada oknum lain yang terlibat. terutama pejabat di atasnya yang juga berperan mengotak-atik anggaran, karena ini adalah APBD," ungkap dia.

Baca Juga:  Dakwaan Tersangka Korupsi SPJ Fiktif Disusun 11 Jaksa

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang Munandar mengatakan, saat ini pihaknya belum memastikan keterlibatan oknum lain dalam kasus tersebut.

"Kasus ini awalnya disidik oleh Bareskrim Polri, jikapun ada terendus oknum lain harus dilakukan berdasarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang baru," jelas dia kemudian.

Terkait dugaan tindakan korupsi itu, tersangka Yusafni dijerat dua pasal sekaligus, yakni pasal 2, 3, Undang-undang 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi . Kemudian, Pasal 3 Undang-undang Tindak Pencucian Uang (TPPU).

Tindakan penyelewengan dana milik Pemprov Sumbar tersebut yang dilakukan Yusafni awalnya diendus oleh Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri pada Juli 2017 lalu di Jakarta.

Dalam kasus itu, Yusafni diketahui menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pengadaan tanah untuk pembangunan infrastruktur strategis Prasjaltarkim Sumbar tahun anggaran 2012-2016.

Saat itu tersangka bertindak sebagai juru bayar ganti rugi bangunan dan lahan, pada beberapa lokasi proyek strategis di Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman.

Pada proyek tersebut, Yusafni diketahui melakukan pembayaran untuk pembebasan lahan di Jalan Samudera Kota Padang, lahan Jalan Bypass Kota Padang, lahan pembangunan Main Stadium Kabupaten Padang Pariaman, dan lahan pembangunan Flyover Duku Kabupaten Padang Pariaman sebesar Rp120 miliar.

Namun ternyata dalam surat pertanggungjawaban yang dilaporkan oleh tersangka, terdapat beberapa laporan biaya ganti rugi ternyata fiktif dan merugikan negara sebanyak Rp60 miliar.(*)

Baca Juga

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com