Program Perumahan Bersubsidi Sulit Dijalankan di Padang, Ini Penjelasan Emzalmi

"perumahan di Kota Padang cenderung mahal, sehingga susah menjalankan program perumahan bersubsidi. Hal itu terwujud, jika lahan yang tersedia harus cukup luas"
Emzalmi dan Desri Ayunda usai mengikuti penjaringan bakal calon walikota dan wakil walikota Partai Gerindra di kantor DPD Gerindra (Cecep Jambak/KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Wakil Walikota Padang, Emzalmi menyebut, pembangunan Kota Padang, terutama pengembangan perumahan dan pariwisata tidak dapat berdiri sendiri, namun harus disangga dengan kabupaten tetangga.

"Kota Padang sebagai ibukota provinsi tidak bisa berdiri sendiri, namun harus bekerjasama dengan kabupaten terluar seperti Solok, Pessel, dan Padang Pariaman. Salah satunya terkait peningkatan pembangunan ekonomi seperti perumahan," ungkap Emzalmi usai mengikuti penjaringan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Jum'at 24 November 2017 di kantor DPD Gerindra Sumbar, Jalan Bagindo Aziz Chan.

Saat ini katanya, perumahan di Kota Padang cenderung mahal, sehingga susah menjalankan program perumahan bersubsidi. Hal itu terwujud, jika lahan yang tersedia harus cukup luas.

"Lahan kota ini terbatas. Yang efektif itu cuma 30 persen, dari total keseluruhan. Tidak lebih dari 200 km persegi yang efektif. Tidak mungkin memenuhi kebutuhan pembangunan masyarakat," ungkapnya didampingi bakal calon wakil walikota, Desri Ayunda.

Jikapun dipaksakan, katanya pembangunan perumahan di Kota Padang tidak akan lagi cocok dengan tata ruang kota. Untuk itu bisa dimungkinkan untuk berkembang ke Padang Pariaman.

"Makanya perlu dikerjasamakan dengan kabupaten tetangga seperti Padang Pariaman," sebutnya.

Selain itu, kerjasama Kota Padang juga tidak terlepas dengan Kabupaten Pessel. Yang mana pengembangan dalam segi pariwisata.

"Kawasan Mandeh tidak akan terlepas dengan pulau pulau yang ada di Kota Padang. Makanya juga perlu ada kerjasama," pungkasnya.

[Cecep Jambak]