500 Guru Pensiun, Pemprov Sumbar Cari Peluang Angkat Tenaga Honorer Jadi PNS

"Sumbar kekurangan guru SMA dan SMK sederajat sebanyak 6.000 orang"
Ilustrasi (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Burhasman Bur menyebutkan, Pemprov Sumbar masih terkendala mengangkat tenaga honorer guru menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dikarenakan Peraturan Presiden Nomor 48 Tahun 2005.

"PP Nomor 48 Tahun 2005 itu menyatakan Pemerintah Provinsi dilarang mengangkat tenaga honorer menjadi PNS," ujarnya, Minggu 26 November 2017 di Padang.

Namun, Pemprov Sumbar terus berupaya melihat peluang adanya pengangkatan itu pada 2018 yang dibuka pusat.

Disebutkan, Burhasman, Pemprov Sumbar sangat membutuhkan tenaga guru honorer. Apalagi, saat ini jumlah guru SMA/SMK sederajat banyak kekurangan.

"Sejak kewengangan pindah ke provinsi. Sumbar kekurangan guru SMA dan SMK sederajat sebanyak 6.000 tenaga pendidik. Kekurangan tersebutlah yang saat ini ditutupi oleh tenaga honorer," ulas Burhasman Bur.

Tambahnya, saat ini guru tingkat SMA sederajat yang berstatus sebagai PNS berjumlah 13.535 orang yang dinilai tidak mencukupi untuk tenaga pendidik di sekolah.

"Jadi, kekurangan tersebut karena tidak adanya penambahan guru dan banyaknya tenaga pendidik yang sudah pensiun. Untuk Januari hingga Agustus 2017, sebutnya terdapat 500 guru yang pensiun. Kemudian data sementara jumlah guru honor dan pegawai tidak tetap yang beralih kewenangannya ke provinsi pada awal 2017 sebanyak 2.064 orang," pungkasnya.

Sebelumnya, sejumlah guru honorer SAMA/SMK kategori 2 mengadukan nasib mereka ke DRPD Sumbar. Hingga hari ini masih ada sekitar 6.400 lebih guru honor K2 di Sumbar yang belum jelas statusnya bahkan ada diantara mereka sudah mengabdi lebih dari 15 tahun.

[Joni Abdul Kasir]