Taste of Padang Dinilai Tak Mewakili, Mentawai Bisa Punya Branding Sendiri

"Ian menilai branding "Taste Of Padang" memang agak kurang mewakili Mentawai dari sisi budaya."
Seorang Sikerei Mentawai sedang menggunakan panah beracun tradisional khas Mentawai, kebudayaan Mentawai telah menjadi daya tarik wisata (ist)

PADANG, KLIKPOSITIF-Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA) Sumatera Barat, Ian Hanafiah menilai potensi wisata dan kebudayaan Kabupaten Kepulauan Mentawai berbeda dengan kabupaten dan kota lain di Sumbar. Menurutnya, branding "Taste Of Padang" memang agak kurang mewakili Mentawai dari sisi budaya.

"Saya menilai Mentawai bisa punya bran tersendiri," kata Ian, Senin (27/11) di Padang.

Potensi ombak untuk surfing dan tradisi Mentawai sangat bagus dan sudah layak dijual apalagi jika ditawarkan dengan branding. "Mentawai memang diminati, peminatnya mayoritas bule yang ingin melakukan surfing," tuturnya.

Sementara Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Yudas Sabagalet mengatakan pihaknya menfokuskan pengembangan daerah melalui pariwisata. Keseriusan itu ditunjukkan dengan menolak investasi bidang lain seperti perkebunan sawit.

Sejumlah kegiatan budaya juga dikemas untuk meningkatkan jumlah kunjungan ke daerah itu seperti Festival Panah Tradisional, Festival Muanggau dan Festival Pesona Mentawai.

"Kami berharap kunjungan wisatawan terus meningkat dengan semua yang dilakukan," ujarnya

Terkait branding wisata Sumbar yang ditetapkan, "Taste of Padang", ia menilai cukup bisa merepresentasikan seluruh daerah, namun ia tetap berharap Mentawai punya branding sendiri.

Untuk diketahui, branding pariwisata Sumbar "Taste Of Padang" masih menjadi polemik. Pasal banyak pihak menyayangkan proses pembrandingan dengan anggaran Rp 1,6 Miliar itu tidak mewakili keseluruhan daerah di Sumbar.

Joni Abdul Kasir