Siswi Payakumbuh Ikuti 'Karya Tiga Dimensi' di Jakarta

Arsilen bersama Maestro Hanafi disebuah kesempatan di ISI Padangpanjang beberapa waktu lalu
Arsilen bersama Maestro Hanafi disebuah kesempatan di ISI Padangpanjang beberapa waktu lalu (KLIKPOSITIF/Ade Suhendra)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF -- Arsilen, salah seorang seniman muda Payakumbuh terpilih untuk mengikuti workshop " Karya Tiga Dimensi ” bertema “Dimensi Ingatan di Ruang Publik” yang akan berlangsung pada 29 November- 2 Desember 2017 di Studio Hanafi , Stasiun Manggarai-Jakarta dan SDIT Darojaatul Uluum-Depok.

Terpilihnya siswi Kelas XI SMKN 1 Payakumbuh ini dipastikan setelah dirinya menerima surat dari Studio Hanafi beberapa waktu lalu terkait keikutsertaan dirinya mengikuti workshop di Jakarta.

Workshop ini ini merupakan kerjasama Studio Hanafi dengan Direktorat Kesenian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Hasil dari workshop ini akan diaplikasikan dalam mural tiga dimensi kolaborasi Studiohanafi, seniman jalanan dan komunitas seni dari Jakarta, Bandung, Bogor, Depok, Yogyakarta dan Tubaba-Lampung.

Baca Juga

Arsilen mengatakan beberapa hari sebelumnya, ia mendapat tawaran untuk mengikuti workshop bersama pengampu para pelukis, design grafis dan penulis seperti Hanafi, Enrico Halim, Farhan Siki dan Heru Joni Putra.

Mendapat tawaran tersebut, ia pun menyanggupi dan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti workshop bersama puluhan seniman terpilih lainnya.

"Kemarin itu dapat tawaran dari Kak Selvi, orang Studio Hanafi untuk ikut workshop Karya Tiga Dimensi bertema Dimensi Ingatan di Ruang Publik. Saya pun menerimanya karena workshop ini sangat bagus dan hanya diikuti oleh orang-orang terpilih," kata Arsilen.

Kepada KLIKPOSITIF ia berharap workshop ini dapat menambah ilmunya dalam bidang seni rupa. Sebab menurutnya ilmu dalam workshop ini tidak akan didapatkan hanya di sekolah atau di Sumbar.

Workshop Karya Tiga Dimensi ini merupakan gagasan yang ditawarkan Studio Hanafi untuk menghadirkan alam lewat imaji tiga dimensi, memecah ruang publik dengan mengandalkan ingatan penghuninya, ditengah hiruk pikuk yang tergesa.

Dalam surat yang diterima Arsilen, ia mengatakan workshop tersebut bertujuan untuk membuat karya seni yang sifatnya distraktif, menganggu ingatan baik (memori) tentang alam dan seisinya, sebagai jeda, yang psikologis di tengah ketergesaan, dan tekanan kota.

"Beberapa materi yang akan didapatkan yaitu pengenalan konsep atau pembekalan materi karya seni rupa, alur pengerjaan karya tiga dimensi di ruang publik, teknik seni rupa, dari seni murni sampai tiga dimensi, dan tehnik di lapangan," ujar peserta Belajar Bareng Maestro (BBM) 2017 ini.

Selain Arsilen dari Payakumbuh , workshop ini juga diikuti oleh sebanyak 70 seniman lainnya yang akan menimba ilmu bersama pelukis Hanafi, Enrico Halim, Farhan Siki dan Heru Joni Putra.

[Ade Suhendra]

Baca Juga

Penulis: Iwan R

Video Terbaru

Sumbar Kesulitan Solar

YouTube channel KlikPositif.com