Sambasunda, Hadirkan World Ethnic di Payakumbuh Botuang Festival 2017

"Sambasunda akan mengusung konsep World Music atau World Ethnic."
Konsep World Music dari Sambasunda siap dihadirkan dalam Payakumbuh Botuang Festival 2017 Desember mendatang (KLIKPOSITIF/Ade Suhendra)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF - Konsep World Music dari Sambasunda siap dihadirkan dalam Payakumbuh Botuang Festival 2017 Desember mendatang. Hal ini disampaikan Ismet Ruchimat, salah seorang pendiri Sambasunda saat dihubungi, Senin 27 November 2017.

Ismet mengatakan pada PBF 2017 nanti, dirinya bersama personil Sambasunda akan mengusung konsep World Music atau World Ethnic. Komposisi music ini akan menggunakan alat musik campuran mulai dari angkulung, seruling, dan alat musik lainnya.

"Persiapan kami sudah mencapai 80 persen lebih dan nantinya akan ada karya terbaru dari Sambasunda yang akan disuguhkan kepada penikmat musik di Payakumbuh," kata pendiri Sambasunda yang telah memiliki belasan album ini.

Ia menjelaskan panggung Payakumbuh Botuang Festival diharapkan dapat menjadi panggung istimewa dalam mengapresiasi karya musiknya yang tahun ini meluncurkan album rekaman Taramurag, Gema NadaPertiwi. "Nanti dalam durasi pertunjukkan 25 menit ini akan ada 4 sampai 5 repetoar atau komposisi musik yang akan dimainkan," ujarnya.

Sambasunda didirikan oleh Ismet Ruchimat di Bandung pada 1990 pertama kali dengan nama PRAWA. Pada 1997 berganti nama menjadi CBMW, pada 1998 sesaat setelah menerbitkan album rekaman pertama berganti nama lagi menjadi Sambasunda.

"Pada tahun-tahun awal berdiri kelompok ini selalu berksplorasi dengan garapan musik variatif, nyaris tanpa batas. Batasan satu-satunya yang bisa dibuktikan adalah penggunan alat musik yang sedapat mungkin mendayagunakan alat tradisional," kata Ismet bercerita tentang sejarah berdirinya Sambasunda yang telah manggung tidak hanya di Indonesia tapi juga luar Negeri ini.

Beberapa panggung yang pernah menjadi debut Sambasunda yaitu Matasora World Music Festival, Bandung, Juli 2017, Upacara Pembukaan & Penutupan PEPARNAS XV, Bandung, Oktober, Forde Festival 2016, Norwegia Juni 2016 dan CODA international Dance Festival di Norwegia, 2015. Kemudian juga di Oz Asia ... Baca halaman selanjutnya