Rumah Dibongkar, ke Mana Warga Stasiun Bukittinggi akan Pindah?

"Sebagian warga masih kesulitan mencari tempat tinggal yang baru"
Suasana di kawasan Stasiun Bukittinggi usai pembongkaran (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI,KLIKPOSITIF -- Pasca PT KAI (Kereta Api Indonesia) membongkar lahan Stasiun (4-5 Desember 2017) yang selama ini disewakan, sejumlah warga mengaku kesulitan mencari tempat tinggal yang baru.

Salah satunya Madi (45), ia mengaku kebingungan karena tak tahu mau menginap di mana.

"Bingung, kalut sekali. Mungkin malam ini kami akan tidur di tenda," sebut Madi, Selasa 5 Desember 2017.

Kata Madi, ia terpaksa mengambil langkah ini sebab tak punya uang untuk mencari kontrakan.

"Saya memang sudah coba cari rumah, sewanya sangat mahal. Sementara saya belum dapat kompensasi," lanjutnya.

Madi menyebut, dalam hal ini, ia tak sendiri. Ujarnya, ada puluhan lainnya yang senasib dengannya.

"Disamping bekas Kantor Pemuda Stasiun, kami bikin tenda besar, malam ini kami di sana, sementara barang-barang kami titipkan ke tetangga yang tak kena bongkar.

Sebelumnya, Kadivre II Sumbar Sulthon menyebut, ada sebanyak 106 KK yang terdaftar sebagai penyewa di lahan Stasiun.

Katanya, PT KAI membuka diri jika warga mau menerima uang ganti rugi sebesar 200 ribu Rupiah permeter bagi rumah semi permanen dan 250 ribu rupiah permeter bagi yang permanen dan sudah disosialisasikan sejak Februari 2017.

"Bagi yang belum silahkan ke kami, sebagian sudah ada," ucapnya.

Selanjutnya, sebut Sulthon, lahan tersebut akan dipagari untuk selanjutnya dikembangkan menjadi areal penunjang reaktifasi jalur kereta api di bawah PT Patrajasa.

Baca juga : Kapolres Bukittinggi Pastikan Masjid Mubarak di Stasiun Tidak Dibongkar

[Hatta Rizal]