Parlemen Australia Tegaskan Indonesia Adalah Mitra Utama Australia

"Indonesia merupakan mitra utama bagi Australia, termasuk dalam membantu menciptakan perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan di kawasan, seperti melalui kerjasama kedua negara dalam Bali Process dan East Asia Summit (EAS)"
ilustrasi (pixabay)

KLIKPOSITIF -- Sejumlah anggota Parlemen Australia yang tergabung dalam Komite Bersama Bidang Luar Negeri, Pertahanan dan Perdagangan atau Joint Standing Committee on Foreign Affairs, Defense and Trade (JSCFADT) menegaskan bahwa Indonesia merupakan mitra utama bagi Australia, termasuk dalam membantu menciptakan perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan di kawasan, seperti melalui kerjasama kedua negara dalam Bali Process dan East Asia Summit (EAS) serta Indian Ocean Rim Association (IORA).

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua JSCFADT, Senator David Fawcett ketika menerima audiensi Duta Besar RI untuk Australia, Y. Kristiarto S. Legowo di Gedung Parlemen Australia Kemaren (Rabu 06/12).

Dalam pertemuan tersebut, Senator David Fawcett yang berasal dari Negara Bagian Australia Selatan, didampingi sejumlah mitranya, baik dari kalangan senator maupun anggota parlemen pendukung pemerintah yang sedang berkuasa maupun oposisi. Banyaknya anggota Komite yang dipimpinnya ini menunjukkan tingginya perhatian Parlemen Australia terhadap Indonesia sebagai negara tetangga terdekat dan terbesar bagi Australia.

Dubes RI secara khusus memberikan informasi terkini kepada Senator dan anggota Parlemen Australia mengenai hubungan dan kerja sama bilateral Indonesia dan Australia di berbagai bidang, mulai dari politik-keamanan dan militer, ekonomi, sosial budaya, pendidikan hingga pariwisata. Menurut Dubes RI, hubungan kedua negara saat ini dalam tataran yang sangat baik, seperti tercermin dari kedekatan dan tingginya intensitas pertemuan tingkat kepala pemerintahan, menteri, parlemen, pengusaha, akademisi hingga masyarakat.

"Kedua negara juga tengah menaikkan status hubungan bilateralnya dari Kemitraan Strategis menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif (KSP). Selama ini hanya sedikit negara di dunia yang memiliki status hubungan seperti ini dengan Indonesia", ujarnya.

"Dalam waktu dekat, kedua negara bahkan juga akan merampungkan ... Baca halaman selanjutnya