Pasca Pembongkaran, Anak-anak Stasiun Terpukul Secara Psikologis

"saat ini ada puluhan anak usia sekolah yang terdampak pembongkaran itu"
Seorang siswa melintas bersama adiknya di lahan Stasiun Bukittinggi usai dieksekusi PT. KAI. (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Pasca penertiban lahan PT. KAI yang selama ini disewa warga di Stasiun mengakibatkan sejumlah warga warga yang menghuni areal tersebut terpukul. Ketua Organisasi Penyewa Aset PT KAI, Kumar Z Chan menyebut, secara psikologis, kalangan anak-anaklah yang sangat terpukul.

"Saat pembongkaran, paginya anak-anak pergi ke sekolah, pulangnya mereka melihat tempat tinggalnya sudah menjadi puing, tentu mereka terpukul," ujar Kumar, Sabtu 9 Desember 2017.

Sebut Kumar, saat ini ada puluhan anak usia sekolah yang terdampak pembongkaran itu. "Total KK yang menghuni ada 206, mungkin ada puluhan anak-anak yang terdampak, apalagi saat ini kan ada ujian di sekolah, sangat berat bagi mereka," ungkapnya.

Pantauan KLIKPOSITIF, saat ini masih banyak anak-anak usia sekolahan yang masih tinggal di masjid atau tenda karena ketiadaan biaya dari orang tuanya untuk menyewa tempat tinggal yang baru. Bahkan, ada satu anak sekolah yang enggan pergi ke sekolahnya pasca penertiban itu.

Kendati sudah dibujuk berkali-kali, dia tetap berkeras tak mau masuk sekolah. Untungnya, dia mau masuk ke sekolahnya, setelah dibujuk oleh Kasatlantas Polres Bukittinggi AKP Syukur Hendri Saputra yang kebetulan tengah memberikan bantuan ke warga terdampak.

"Saya prihatin dengan kesulitan warga terutama anak-anak," jelas Kasatlantas.

[Hatta Rizal]