Pengamat: Iven Internasional Jadi Motivasi Musisi Lokal untuk Lebih Berkarya

"Ini sebuah angin segar bagi Sumbar. Belum lama ini ada Payakumbuah Batuang Festival, kali ini ada juga di Padang"
Pangamat Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, Dr. Yusril (KLIKPOSITIF/Cecep Jambak)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pangamat Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, Dr. Yusril menilai, belakangan Sumbar telah mulai menyajikan banyak agenda untuk musisi-musisi dengan genre etnik kontemporer. Hal itu merupakan apresiasi yang baik untuk perkembangan musik tradisi.

"Ini sangat menggembirakan. Ini sebuah angin segar bagi Sumbar. Belum lama ini ada Payakumbuah Batuang Festival, kali ini ada juga di Padang. Artinya Festival lebih banyak ke musik," ungkap Yusril yang merupakan aktor utama film Surau Silek ini.

Dengan iven dengan skala internasional, katanya, akan menjadi pelecut bagi musisi lokal untuk lebih bersaing, sehingga juga dapat ambil bagian pada iven selanjutnya.

"Mestinya akan tumbuh musisi-musisi di Padang dengan melihat ini. Akan terpicu. Akan bangkit. Di sini ada banyak. Di UNP ada Sendra Tasik, setidaknya ini menjadi inspirasi," sebutnya.

Namun begitu, dia menyerukan para musisi-musisi tersebut harus lebih bekerja keras. Sebab, untuk bisa ambil bagian, tentu juga memiliki kemampuan yang hebat.

"Mari mulai membuat kurasi (seleksi, red) dengan baik. Karena yang tampil ini adalah group yang telah teruji, komposer yang bagus, sudah punya rekam jejak yang jelas dan jam terbang. Kalau untuk mencari kelompok musik, memang susah. Namun sekarang ruangnya sudah ada. Perbanyak jam terbang itu," ungkapnya.

Melihat antusias masyarakat, menandakan music tradisi ini dapat diterima. Diapun mengapresiasi hal tersebut. "Melihat situasi yang seperti ini, masyarakat menikmati, suatu apresiasi yang positif," pungkasnya.

[Cecep Jambak]