Hujan Lapili Terjadi di Lereng Gunung Agung, Apa Itu?

"Ini dapat terbentuk pada kolom erupsi karena kondisi kelembaban dan gaya elektrostatis"
Butiran kecil hasil hujan lapili (BNPB)

KLIKPOSITIF -- Kepala Pusat Data Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyebut hujan lapili terjadi di lereng Gunung Agung di Temakung Desa Ban Kabupaten Karangasem. 

Dalam akun Instagramnya pada Minggu 10 Desember 2017 Sutopo menyebut hujan Lapili ini terjadi  saat erupsi Gunung Agung pada Sabtu 9 Desember 2017 pukul 07.50 WITA, dan tidak ada dampak merusak.

Ia juga mengatakan, ini bukan sesuatu yang aneh, karena saat erupsi Gunung Sinabung tahun 2013, hujan lapili juga pernah terjadi.

"Ini bukan lada putih atau pelet pakan ikan. Ini adalah LAPILI atau dalam bahasa vulkanologi accretionary lapili" tulis Sutopo di Instagram.

Sutopo menjelaskan, dari keterangan ahli gunungapi dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), Dr Kamil, hujan lapili ini dapat terbentuk pada kolom erupsi karena kondisi kelembaban dan gaya elektrostatis.

Kondisi yg dimaksud terjadi di saat material abu berinteraksi dengan air, bisa air dari kawah (sehingga ini sering diasosiasikan dengan letusan freatomagmatik).

Tapi kelembaban ini juga bisa bersumber pada kondisi meteorologis, misal, abu yang disemburkan berinteraksi dengan awan hujan.

Nah saat kondisi-kondisi itu terpenuhi maka kumpulan abu tersebut menjadi berbentuk bulat. Jadi itu sebenarnya masih abu tapi terkumpul jadi berbentuk granule.

"Ingat, itu lapili ya. Jangan ditaruh di dapur nanti dikira lada putih" tulis Sutopo lagi.(*)