WCC Tuntut Hukuman Tambahan Bagi Pelaku Kekerasan Seksual di Sumbar

"Kasus kekerasan seksual yang ditangani tahun 2017 didominasi terjadi dalam rumahtangga. Kejadian tersebut tidak semata pelecehan seksual, juga kekerasan fisik, piskologis dan penelantaran."
ilustrasi (net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Direktur Women Crisis Center (WCC) Nurani Perempuan Sumatera Barat Yefri Heriani mendorong pemerintah bersama DPR agar dapat menjadikan isu kekerasan seksual menjadi isu yang betul-betul diperhatikan, dan tidak sekedar moralitas atau kesusilaan, namun menjadikan isu pelanggaran terhadap hak asasi perempuan yang merupakan tindak kejahatan berat.

"Untuk menyuarakan ini butuh perjuangan panjang. Tapi, negara seperti mengabaikan. Padahal, korban kekerasan seksual sampai dibunuh dan bahkan korban memilih untuk bunuh diri karena tidak sanggup menghadapi situasi sosial yang selalu mendiskriminasi dan memberikan stigma negatif pada korban itu sendiri," tegasnya, Senin 11 Desember 2017 di Padang.

Yefri Heriani mengungkapkan, di Sumatera Barat sendiri, hukuman pidana tambahan tersebut belum terlaksana dengan maksimal. Sebab, pelaku rata-rata hanya mendapat hukuman paling tinggi 15 tahun penjara walaupun pelaku merupakan orang terdekat (orangtua).

"Seharunya, untuk pelaku orang terdekat mestinya mendapat hukuman pidana menjadi 20 tahun kurungan penjara," katanya.

Dari 92 kasus kekerasan seksual dan perempuan yang ditanganinya hingga pertengahan November 2017 ini, progres penyelesaian hukumnya terbilang baik. Hal ini melihat pengalaman di tahun-tahun sebelumnya. Dimana, proses hukum kekerasan seksual terutama pada anak-anak cukup sulit.

"Kini, kasus yang sampai ke meja hijau sudah yang putus perkaranya. Ada yang divonis hakim 15 tahun penjara. Tapi, kami akan berjuang seperti halnya di undang-undang perlindungan anak ada hukuman pidana tambahan untuk pelaku kekerasan seksual yang merupakan orang terdekat seperti orangtua, guru dan publik figur," sebutnya.

Kasus kekerasan seksual yang ditangani tahun 2017 didominasi terjadi dalam rumahtangga. Kejadian tersebut tidak semata pelecehan seksual, juga kekerasan fisik, piskologis dan penelantaran.

"Kekerasan seksual juga terjadi di luar ... Baca halaman selanjutnya