Negara Lain Optimistis Lihat Perkembangan Indonesia

"Presiden menyampaikan bahwa pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sektor informasi jasa komunikasi sebesar 9,80%, diikuti jasa lainnya 8,71%, transportasi dan pergudangan 8,25% dan jasa perusahaan sebesar 8,07%."
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, banyak kemajuan yang telah dicapai di bidang ekonomi dalam waktu 3 (tiga) tahun terakhir.

Untuk itu, lanjut Presiden Jokowi, lembaga-lembaga internasional mulai dari Moody’s, Fitch Ratings, Standard and Poor’s memberikan predikat layak investasi (investment grade) kepada Indonesia. Kepala Negara juga menambahkan bahwa peringkat daya saing global Indonesia juga meningkat dari 41 menjadi nomor 36 dari 137 negara.

“Peringkat Ease of Doing Business ini yang terus saya kejar sudah meningkat, dari 2014 saya ingat 120, kemudian tahun ini sudah meloncat menjadi 72. Dari 120 ke-72 itu dalam 3 tahun sebuah lompatan yang sangat pesat. Tapi target saya memang bukan 72, saya sudah perintahkan ke Menko Ekonomi targetnya 40 di 2019,” kata Presiden Jokowi pada Sarasehan kedua 100 Ekonom Indonesia, yang diselenggarakan di Puri Agung Convention Hall, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (12/12).

Tapi Presiden menegaskan, targetnya memang bukan 72 untuk peringkat Ease of Doing Business itu. Ia mengaku sudah memerintahkan kepada Menko Perekonomian, bahwa targetnya adalah urutan ke-40 pada 2019 mendatang.

Melihat angka-angka seperti ini, artinya menurut Presiden Jokowi, Bangsa Indonesia juga harus optimistis. “Negara lain lihat kita saja optimis melihat perkembangan ekonomi kita, kenapa kita sendiri malah tidak optimis,” kata Presiden setengah bertanya.

Ditambahkan Presiden, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga ini disumbang oleh ekspor barang dan jasa 17,27%, investasi sebesar 17,11%, konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga 6,01%, konsumsi rumah tangga 4,93%, dan konsumsi pemerintah 3,46%.

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sektor informasi jasa komunikasi sebesar 9,80%, diikuti jasa lainnya 8,71%, transportasi dan pergudangan 8,25% dan ... Baca halaman selanjutnya