Gandeng Pengurus Masjid saat Pemilu, Ini Penjelasan Panwaslu Bukittinggi

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF  -- Panwaslu Kota Bukittinggi mendekati kalangan Pengurus Masjid guna mensosialisasikan pengawasan partisipatif Pemilu 2019.

Ketua Panwaslu Bukittinggi Eri Vatria menyebut, langkah ini arah yang strategis, sebab pengurus Masjid cukup dominan perannya dalam kelancaran proses pemilu serentak.

baca juga: Wagub Sumbar Nilai Persiapan Bukittinggi Untuk "New Normal" Sudah Matang

"Pengawasan dari berbagai elemen, termasuk dari pengurus masjid itu penting," sebut Eri Vatria kepada pengurus Masjid dalam sosialisasi Panwaslu , Rabu 13 Desember 2017.

Kata Eri, potensi pelanggaran Pemilu bisa terjadi di Masjid-masjid berupa kampanye di tempat ibadah oleh peserta Pemilu.

baca juga: Hari Pertama Dibuka Kembali, TMSBK Catat 1000an Pengunjung

"Jadi keterlibatan masyarakat akan sangat menentukan sebab jajaran Panwaslu personilnya amat terbatas," ucap Eri.

Sementara, mantan Anggota Panwaslu Bukittinggi Ruzi Haryadi yang hadir sebagai narasumber mengharapkan agar pengurus Masjid mencermati kampanye berbalut dakwah yang seharusnya dilarang.

baca juga: Kabar Duka, Anggota DPRD Bukittinggi Meninggal Dunia

"Tempat ibadah, dilarang untuk kampanye," ujarnya.

Jika ada ditemukan ceramah atau pengumpulan masa yang menyampaikan visi dan misi terkait salah satu calon kandidat, sebutnya, sebaiknya dilaporkan ke Panwaslu untuk ditindaklanjuti.

baca juga: Bukittinggi Buka Pendaftaran Siswa Baru, Ini Jadwalnya

" Kalau cukup bukti, silahkan lapor sebab tempat ibadah dilarang untuk kampanye," tandasnya.

[Hatta Rizal]

Penulis: Iwan R