Dinkes Sumbar Anjurkan Imunisasi DPT di Puskesmas dan Posyandu

"Agar difteri tidak menyebar, imunisasi dipriotaskan bagi anak yang keluarganya pernah menolak di imunisasi"
ilustrasi (istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar mengaklaim sudah memberikan imunisasi DPT (difteri, pertusis dan tetanus) untuk mencegah penyebaran penyakit difteri. Imunisasi dilaksanakan di Puskesmas dan Posyandu. 

Agar difteri tidak menyebar, imunisasi dipriotaskan bagi anak yang keluarganya pernah menolak di imunisasi. Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Merry Yuliesday mengatakan, penyakit difteri akan sangat berisiko menyerang orang yang belum pernah diimunisasi karena sistem kekebalan tubuh mereka sangat rentan terhadap penyebaran penyakit.

Menurutnya, difteri bukan wabah baru di Indonesia. Beberapa dekade lalu sudah pernah muncul dan hilang sekitar tahun 1990-an. Akan tetapi kembali muncul sekitar 6 hingga 7 tahun terakhir. Maka, langkah pertama yang akan dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit difteri yaitu dengan cara memberikan imunisasi DPT di setiap puskesmas dan posyandu.

"Jadi imunisasi ini sama dengan pemberian vaksin. Dinkes juga rutin melaksanakam imunisasi di posyandu dan puskesmas. Namun berapa jumlah anak yang sudah diberikan imunisasi saya kurang tahu, karena datanya ada di bidang imunisasi," katanya, Rabu, 21 Februari 2018.

Ia menjelaskan, jenis imunisasi untuk difteri antara lain DPT-HB-HiB, DT dan Td. Umumnya imunisasi DPT-HB-HiB pada balita serta DT dan Td diterapkan untuk bayi usia 3 bulan. Sedangkan, DPT-HB-HiB3 diberikan pada bayi usia 4 bulan. Lalu booster atau ulangan untuk anak bawah dua tahun.

Setelah itu diberikan pada kelas I SD dengan imunisasi DT, kemudian dilanjutkan untuk anak kelas II dan V SD dengan TD. "Mungkin para orang tua sedikit anggap remeh imunisasi yang digalakkan pemerintah, terutama melalui Posyandu, padahal ... Baca halaman selanjutnya