Bulog Targetkan Serap 40 Ribu Ton Gabah Petani di Sumbar

"Perencanaan tahun 2018 memang agak tinggi, namun penyerapan itu untuk kebutuhan Sumbar juga"
ilustrasi (KLIKPOSITIF / Eko Fajri)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Badan Urusan Logistik ( Bulog) Sumatera Barat (Sumbar), tahun 2018 mendatang menargetkan akan menyerap 40 ribu ton gabah kering petani di daerah ini. Target itu jauh lebih besar dari capaian tahun sebelumnya sebesar 12 ribu ton.

Kepala Divre Bulog Sumbar, Suharto Djabar mengatakan, daerah serapan akan menyasar kabupaten dan kota yang selama ini penghasilan atau produksi padi di Sumbar seperti, Kabupaten Pariaman, Pasaman, Solok, Pesisir Selatan, dan Agam.

"Perencanaan tahun 2018 memang agak tinggi, namun penyerapan itu untuk kebutuhan Sumbar juga," sebutnya, Sabtu 23 Desember 2017.

Agar penyerapan dan target tercapai, bulog akan jemput bola kelapangan dan merangkul gudang-gudang penggilingan padi didaerah. Kemungkinan Bulog juga akan menyewa gudang tersebut untuk menumpuk gabah sementara sebelum dibawa ke gudang Bulog.

"Kami lakukan perluasan gudang, jika tidak muat lagi di gudang kami akan sewa tempat penggilingan padi masyarakat didaerah," kata Suharto.

Menurutnya, potensi kelangkaan beras di Sumbar sangat kecil karena pola tanam dan panen dilakukan secara bergilir. Berbeda dengan di Jawa ada namanya panen raya sehingga ketika panen harga gabah dan beras juga anjlok.

"Bulan ini ada beberapa wilayah di Sumbar yang akan melangsungkan panen seperti didaerah Agam, Singkarak, dan Solok walaupun tidak dalam jumlah banyak," tegasnya. (Joni Abdul Kasir)