Libur Panjang, Perjalanan Padang-Bukittinggi Jadi 6 Jam

"Kemacetan mulai ditemui sejak memasuki Kota Padang Panjang"
Antrian kendaraan di ruas jalan Bukittinggi-Payakumbuh (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Liburan Natal 2017 menyisakan kemacetan panjang di ruas jalan dari Padang ke Bukittinggi. Jika biasanya perjalanan sejauh sekitar 90 kilometer itu bisa ditempuh selama 2 jam, kini pengendara bisa menghabiskan waktu lebih lama.

Menurut informasi, perjalanan dari Kota Padang menuju kota wisata itu bisa menghabiskan waktu hingga 6 jam. Kemacetan mulai ditemui sejak memasuki Kota Padang Panjang.

Aris, salah seorang warga Padang mengaku kendaraan sudah mulai merayap dari ruas jalan di kawasan Lembah Anai hingga Koto Baru.

"Setidak saya membutuhkan waktu hampir 3 jam di kawasan itu saja. Lalulintas ramai sekali, apalagi di objek wisata pemandian yang ada di Lembah Anai," katanya pada KLIKPOSITIF.

Setelah dari sana, kemacetan kembali di temui saat pengendara memasuki Kabupaten Agam-yang berbatasan langsung dengan Kota Bukittinggi, atau tepatnya sebelum Padang Lua.

"Tidak padat merayap lagi, tapi sudah stuck, mobil saya tidak bergerak sama sekali selama satu jam," ujar Aris.

Kemacetan tidak sampai disana, begitu pengedara sudah memasuki Kota Bukittinggi, kondisi lalulintas yang ramai kembali ditemui hampir di seluruh persimpangan kota tanah kelahiran proklamator Bung Hatta tersebut.

Namun ternyata, kemacetan tidak hanya terjadi di ruas jalan itu. Jika pengendara melintas menuju Payakumbuh dari Bukittinggi, maka akan kembali dihadapkan dengan waktu perjalanan yang panjang.

Menurut pantauan, satu jam yang lalu tampak antrian mobil dan sepeda motor mengular dari Simpang Paruik Putuih hingga Tanjung Alam.

Dengan kondisi seperti itu, salah seorang pengendara Zul mengaku menghabiskan waktu selama 4 jam hanya untuk ke Payakumbuh, padahal normalnya perjalanan itu bisa ditempuh dalam waktu 1 hingga satu setengah jam saja.

"Macet paling parah itu di Baso, sudah tua di jalan saya," pungkas Zul kemudian.

[Hatta Rizal]