Pengembangan Bandara Rokot Mentawai Direncanakan Selesai pada 2020

"Setelah pengembangan bandara Rokot selesai, maka pesawat dari Bali dan Medan akan singgah ke Mentawai"
(Net)

MENTAWAI, KLIKPOSITIF - Setelah melakukan konsultasi publik hingga beberapa kali, akhirnya pemilik lahan dan penggarap setuju dengan pelepasan lahan untuk pengembangan Bandar Udara Rokot.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas PU Provinsi Sumatera Barat, Amran, saat diwawancarai usai konsultasi publik dengan pemilik dan penggarap lahan di Aula Sekretariat Daerah Mentawai bebarapa hari lalu. "Pada intinya, pemilik dan penggarap mendukung rencana pengembangan bandara Rokot," katanya.

Dengan sudah dilakukannya penandatanganan kesepakatan dari pemilik dan penggarap lahan, dia meyakini proses pembangunan Bandara Rokot akan selesai pada 2020. Amran menegaskan, pengembangan Bandara Rokot tidak boleh merugikan pemilik lahan, pemerintah harus mencari solusi ganti rugi atas lahan yang terkena dampak pengembangan bandara.

Sementara itu, mengenai harga akan ditentukan dari penilaian tim independen, setelah melakukan penilaian di lapangan, maka hasilnya akan disampaikan kepada pemilik lahan berapa biaya tanah yang harus dibayarkan.

Lebih lanjut, Amran mengatakan, mengingat Kepulauan Mentawai merupakan wisata dunia, setelah pengembangan Bandara Rokot selesai, maka pesawat dari Bali dan Medan akan singgah di Bandara Rokot."Setelah pengembangan bandara Rokot selesai, maka pesawat dari Bali dan Medan akan singgah ke Mentawai," tuturnya.

Seperti diketahui sebelumnya, bandara perintis yang terletak di Desa Matobe Dusun Rokot Kecamatan Sipora Selatan Kabupaten Kepulauan Mentawai, saat ini hanya berukuran 800 meter dan baru bisa melayani penerbangan pesawat yang berkapasitas kecil jenis Cassa C212/200 dengan kapasitas 12 penumpang.

Bandara Rokot direncanakan diperluas menjadi 1.600 meter, bandara itu akan mampu melayani penerbangan pesawat berkapasitas besar.[Dio]