Irigasi Tersumbat, Masa Tanam Padi di Pasaman Terganggu

"Panjang aliran irigasi yang tersumbat tersebut sekitar 100 meter"
Pembersihan irigasi di Pasaman (Istimewa)

PASAMAN, KLIKPOSITIF -- Puluhan anggota Kelompok Tani Bandar Pulau Jorong Ambacang Anggang Nagari Persiapan Air Manggis Selatan Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman mengeluh saluran irigasi yang tertimbun material pasir dan kerikil.

Penimbunan saluran irigasi akibat tumpukan material yang dihanyutkan dari batang sumpur. Panjang aliran irigasi yang tersumbat tersebut sekitar 100 meter, dengan ketinggian material mencapai satu meter.

Salah seorang petinggi Kampung Baru Jorong Ambacang Anggang, Delyan Partisa (55) mengatakan penyumbatan tersebut membuat pendangkalan irigasi.

Bahkan dengan kondisi tersebut berpengaruh pada masa tanam padi di daerah itu.

"Sudah lebih 16 kali kami membersihkan saluran irigasi," katanya.

Dengan kondisi seperti itu, ia meminta Pemkab Pasaman melalui Dinas terkait segera melakukan pengerukan di Batang Sumpur Ambacang Anggang agar pendangkalan tidak terjadi kembali.

Menurutnya, pendangkalan di saluran irigasi membuat petani kekurangan volume air yang masuk ke area persawahan.

Hal senada juga disampaikan Endang (43), harusnya petani sudah mulai turun ke sawah, namun karena saluran irigasi sawah masih tertimbun terpaksa harus ditunda.

Endang menilai upaya pengerukan tersebut adalah langkah yang efektif untuk menormalkan kembali aliran air.

"Saluran irigasi ini merupakan satu-satunya sumber air untuk mengaliri sawah pulau di Jorong Ambacang Anggang yang luasnya hampir 70 hektare," jelasnya.

Ia juga memberikan salah satu solusi lain, yakni dengan cara pengerukan batang sumpur.

"Jika batang sumpur ini dikeruk oleh pihak terkait, timbunan material yang hanyut ke saluran irigasi sawah warga akan berkurang, dan air akan menjadi lancar kembali," terangnya.

[Man St Pambangun]